Jumat, 22 Mei 2020 10:25 WIB

KRIMINAL

Polisi Tangkap Mahasiswa Asal Papua, Hina Presiden di Medsos

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Polisi Tangkap Mahasiswa Asal Papua, Hina Presiden di Medsos Foto : Koreri

JurnalPatroliNews - Jayapura : Tim Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua menangkap seorang mahasiswa asal Papua berinisial GM karena telah mengunggah gambar Presiden Joko Widodo memakai topi bermotif bintang kejora di Facebook serta kanal Youtube pribadi.

Pemuda 25 tahun ini diringkus tanpa perlawanan di kediamannya kawasan Pasifik Indah Pasir Dua, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, 1 Mei 2020 lalu.

Mahasiswa salah satu Universitas di Yogyakarta ini pun terancam pidana sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kasubdit V Siber Direktorat Reskrimsus Polda Papua, Kompol Adanan Mangopang, SIK menjelaskan, tersangka diproses hukum atas dugaan penghinaan terhadap lambang negara (Presiden).

Menurutnya, pelaku memosting gambar Presiden Joko Widodo dengan menggunakan topi bermotif bintang kejora hasil editan pada akun Facebook bernama Fane Page.

“Dari posting foto itu, kami melakukan profiling pada akun facebook yang bersangkutan, hasilnya kami mengetahui posisi pelaku di rumahnya kawasan Pasir Dua, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura yang dilanjutkan penangkapan,” kata Kompol. Adanan dalam keterangan persnya di Mapolda Papua, Rabu (20/5/2020).

Selain postingan penghinaan terhadap Presiden, tersangka juga terpantau banyak melakukan kegiatan bersama kelompok masyarakat yang tergabung dalam organisasi Komite Nasional Papua Barat.

“Tersangka dikenal sebagai salah satu mahasiswa yang terbilang cukup pintar. Dia pandai membuat konten kreatif youtube,” ujar dia.

Dalam akun facebooknya tersebut, disalah satu postingannya pelaku mengatakan “Z SERING PUNYA IDE GILA UNTUK KASIH KACAU DAN HANCURKAN INDONESIA TUJUANYA. SAYA INGIN MEMBUKTIKAN KEPADA DUNIA BAHWA PERSOALAN PAPUA MERDEKA BUKAN SEGELINDIR ORANG PAPUA YANG INGIN MERDEKA TETAPA INI RAKYAT BANGSA PAPUA BARAT YANG INGIN MEMISAHKAN DIRI DARI NKRI”.

Setelah dilakukan klarifikasi oleh penyidik, pelaku mengakui telah memosting tulisan tersebut dengan menggunakan akun facebook “Gerads Miagoni

”Saat ini, tersangka telah diamankan di rumah tahanan Mapolda Papua.

“Sudah kami tahan dan ditetapkan tersangka,” beber Adanan.

Untuk barang bukti smartphone beserta simcard telah disita sebagai barang bukti termasuk akun facebook Fane Page dan hasil tangkapan layar postingan tersangka.

“1 Unit Hp Merk Vivo Warna Hitam Biru Dengan Nomor Imei 865511049793870 Nomor Simcard As 0853 35769485, satu akun Facebook Fane Page atas nama Gerads Miagoni, https://www.facebook.com/MepaGerads; satu bundel hasil screenshoot akun facebook fane page an. gerads miagoni yang telah dicetak/print,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal, mengingatkan sebagai warga negara yang baik agar tidak salah menggunakan medsos untuk menyebarkan fitnah dan sesuatu yang berbau sara.

Menurutnya, ujaran kebencian maupun provokasi berujung pada tindakan yang dapat merugikan orang lain atau bangsa dan Negara.

Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut atas dugaan menyebarkan ujaran kebencian.

“Perbuatan tersangka cukup jelas melawan hukum sebagaimana tercantum dalam Pasal 45a Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata Kamal.

VER  (koreri)


Berita Terkait
KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028