Rabu, 12 Juni 2019 16:52 WIB

POLITIK

Politikus PPP Tersandung Kasus, Polisi Telah Menahan Habil Marati, Terkait Kerusuhan 22 Mei

Beno - jurnalpatrolinews
Politikus PPP Tersandung Kasus, Polisi Telah Menahan Habil Marati, Terkait Kerusuhan 22 Mei Foto : Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Habil Marati

JurnalPatroliNews - Jakarta - Polda Metro Jaya telah menangkap dan menahan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Habil Marati terkait rencana pembunuhan sejumlah tokoh dan kerusuhan 22 Mei lalu. Dia menjadi tersangka di antaranya bersama mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (purn.) Kivlan Zen.

“Sudah (ditangkap) pekan lalu,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menegaskan ulang penangkapan dan penahanan terhadap Habil Marati lewat pesan pendek, Rabu, 12 Juni 2019.

Dalam keterangan yang disampaikan di Kantor Kemenko Polhukam, Selasa 11 Mei 2019, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan kepolisian sedang mendalami dalang di balik pembelian senjata api ilegal, dan perencanaan pembunuhan tokoh nasional.

Sejauh ini menurut keterangan tersangka yang didapatkan polisi, mereka baru menyebut nama Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein, dan politikus Partai Persatuan Pembangunan, Habil Marati.

“Sepertinya pertanyaannya menggiring ke inti dalangnya. (Tapi) perlu waktu perlu proses untuk alur tersebut,” ujar Iqbal.

Dugaan keterlibatan Habil Marati juga terungkap dalam penelusuran rekan media ihwal aktor-aktor yang ada di balik kerusuhan 22 Mei lalu. Habil disebut pernah memberikan uang sebesar Rp 60 juta kepada Kurniawan alias Iwan dilansir Tempo.

Iwan ada di antara empat tersangka perusuh bersenjata api dalam kerusuhan 22 Mei lalu. Iwan adalah juga bekas anak buah mantan Kivlan Zein dan desersi pada 2005. Iwan disebutkan diminta Kivlan untuk melakukan pembunuhan terhadap sejumlah tokoh.

"Pak Habil hanya bilang, 'Demi bangsa dan negara. Semangat!'," ujar Iwan,

Menurut dia, pertemuan dengan pengusaha, mantan anggota DPR RI, dan pernah menjadi pengurus di PSSI tersebut tak menyinggung soal rencana eksekusi (pembunuhan) pejabat.

Kuasa hukum Habil, Sugito Atmo Prawiro, mengatakan uang yang diberikan kepada Iwan merupakan sumbangan Habil untuk menggelar diskusi bertema Pancasila dan antikomunisme.

"Tak ada relevansi aktivitas Pak Habil dengan isu penembakan sejumlah pejabat," kata Sugito.

Menurut dia, Habil Marati membantah jika disebut sebagai donatur pembelian senjata.

(*Luk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028