Jumat, 17 Januari 2020 11:10 WIB

BISNIS

PTPP Gandeng 'China' Bangun Smelter Inalum dan Antam Rp 11 T

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
PTPP Gandeng 'China' Bangun Smelter Inalum dan Antam Rp 11 T Foto : Dok. PTPP

"Dengan keberhasilan perseroan sebagai kontraktor EPC yang telah memiliki berbagai pengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek pembangkit listrik, minyak & gas dan industri, maka dengan adanya Smelter Grade Alumina Refinerary ini perseroan menambah portofolio pekerjaan di bidang pemurnian atau Smelter"

 

JurnalPatroliNews - Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kembali mendapatkan proyek pembangunan pabrik pemurnian atau smelter grade alumina refinery senilai Rp 11,56 triliun. Kali ini PTPP menggandeng perusahaan asal Tiongkok, China Aluminium International Engineering Corporation Ltd.

Kontrak kerja sama pembangunan itu ditanda tangani di di KBRI Beijing pada 11 Januari 2020 lalu. Penandatanganan itu dilakukan oleh Abdul Haris Tatang selaku Direktur Operasi 3 Perseroan dan didampingi oleh Nurlistyo Hadi selaku Kepala Divisi EPC.


"Dalam pembangunan proyek Smelter ini, Perseroan bekerjasama dengan China Aluminium International Engineering Corporation Ltd. (Chalieco) berperan sebagai kontraktor yang juga akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek," kata Abdul Haris dalam keterangan resminya, Jumat (17/1/2020).

Smelter ini akan dibangun berkapasitas 1 Juta TPA. Pabrik ini merupakan milik dari PT Borneo Alumina Indonesia, sebuah perusahaan patungan milik PT Inalum (Persero) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

PTPP yakin bersama dengan Chalieco akan menyelesaikan pembangunan selama 31 bulan atau ditargetkan selesai pada 2022. Proyek ini berlokasi di Desa Bukit Batu, Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.

"Dengan keberhasilan perseroan sebagai kontraktor EPC yang telah memiliki berbagai pengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek pembangkit listrik, minyak & gas dan industri, maka dengan adanya Smelter Grade Alumina Refinerary ini perseroan menambah portofolio pekerjaan di bidang pemurnian atau Smelter," tambahnya.

Proyek pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery ini menelan investasi dengan potensi mencapai US$ 850 juta atau setara Rp 11,56 triliun (kurs Rp 13.600).

Diharapkan smelter ini akan mampu membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi komoditas tambang Indonesia.

[dtk]


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028