Minggu, 19 Januari 2020 14:07 WIB

INTERNASIONAL

Rilis Seragam Militer, Pasukan Luar Angkasa AS Diolok-olok Netizen

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Rilis Seragam Militer, Pasukan Luar Angkasa AS Diolok-olok Netizen Foto : Seragam Pasukan Luar Angkasa AS. Foto/Twitter

"Para anggota akan terlihat seperti rekan-rekan mereka di mana mereka akan bekerja, di darat"

 

JurnalPatroliNews - WASHINGTON - Pasukan Luar Angkasa Amerika Serikat (AS) merilis seragam militer. Pasukan yang secara resmi diluncurkan oleh Presiden Donald Trump itu memposting tampilan seragam mereka ke akun Twitternya.

Postingan ini pun sontak mencuri perhatian netizen. Namun bukan pujian yang didapatkan, postingan seragam dengan desain kamuflase plus lencana bordir di lengan dan dada tersebut malah menjadi bahan olok-olok netizen.

Reaksi terhadap postingan itu mayoritas hampir sama: "Camo di luar angkasa?", kependekan dari kamuflase dalam bahasa Inggris.

"Apakah mereka belum pernah melihat ruang sebelumnya?" tweet netizen lain.

Sedangkan netizen yang lain menggambarkan perbedaan antara ruang angkasa dan kamuflase, yang dirancang untuk membantu personel militer berbaur dengan lingkungan mereka.

Menanggapi keriuhan netizen, pihak Pasukan Luar Angkasa AS pun membela diri. Dikatakan bahwa seragam pasukan itu menggunakan seragam Angkatan Darat/Angkatan Udara dan menghemat biaya dari pada merancang atau memproduksi seragam baru.

"Para anggota akan terlihat seperti rekan-rekan mereka di mana mereka akan bekerja, di darat," tambah pasukan itu dalam tweetnya seperti dikutip dari BBC Minggu (19/1/2020).

Namun tampaknya pernyataan itu tidak cukup meredam keriuhan netizen, karena cemoohan terus berlanjut.

Trump secara resmi meluncurkan pasukan baru itu di pangkalan militer dekat Washington pada Desember tahun lalu.

Trump mengatakan pasukan itu akan membantu militer AS mencegah agresi dalam apa yang disebutnya sebagai domain perang baru di dunia.

Tetapi dinas militer baru itu, yang diawasi oleh Angkatan Udara AS, tidak dimaksudkan untuk menempatkan pasukan ke luar angkasa. Sebaliknya, pasukan itu akan melindungi aset AS seperti ratusan satelit yang digunakan untuk komunikasi dan pengawasan.

Sekretaris Angkatan Udara AS Barbara Barrett mengatakan Pasukan Luar Angkasa akan terdiri sekitar 16.000 angkatan udara dan personil sipil.

Pemerintah Trump telah mengalokasikan dana sebesar USD40 juta untuk mendanai pasukan itu di tahun pertama.

[sindo]


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028