JPNews
Jumat, 15 Maret 2019 15:55 WIB

POLITIK

Saat Ini Yang di Butuhkan Bukan Api, Tapi Kesejukan, Ini Kata SBY Respon Agum Soal Pembunuhan Karakter

Beno - jurnalpatrolinews
Saat Ini Yang di Butuhkan Bukan Api, Tapi Kesejukan, Ini Kata SBY Respon Agum Soal Pembunuhan Karakter Foto : Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
JurnalPatroliNews - Jakarta,  Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyebut ucapan Agum Gumelar terkait dukungan partainya kepada Prabowo Subianto sebagai pembunuhan karakter. SBY menegaskan bisa saja menjawab atau melawan ucapan Agum, namun ia urung melakukan itu karena beberapa pertimbangan. 
 
"Tentu saja saya sangat bisa menjawab dan melawan 'pembunuhan karakter' dari Pak Agum Gumelar terhadap saya tersebut. Tetapi tidak perlu saya lakukan, karena saya pikir tidak tepat dan tidak bijaksana. Saya malu kalau harus bertengkar di depan publik," kata SBY dalam surat untuk internal Partai Demokrat yang dibenarkan oleh Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon, Jumat (15/3).
 
Pertimbangan lain SBY adalah situasi sosial dan politik yang semakin panas. Ia mengibaratkan situasi saat ini bak jerami kering di tengah musim kemarau yang ekstrem dan panjang. 
 
Dalam kondisi demikian, SBY menuturkan yang diperlukan bukanlah api, tetapi sesuatu yang meneduhkan dan menyejukkan. 
 
"Apalagi polarisasi dalam kontestasi pilpres kali ini boleh dikatakan lebih keras dan ekstrem, ditambah jarak yang makin menganga antar identitas dan kelompok politik," ujar dia.
 
"Terus terang saya khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan di negeri ini, kalau kita semua, utamanya para pemimpin dan elite tidak pandai dan tidak arif dalam mengelolanya," kata SBY melanjutkan.
 
Agum Gumelar sebelumnya menyeret nama SBY terkait kasus dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan calon presiden Prabowo Subianto di masa lalu.
 
Dalam sebuah diskusi, Agum menyebut Prabowo diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Perwira pada 1998 karena bersalah dalam kasus penculikan dan penghilangan paksa aktivis reformasi. 
 
Saat itu SBY termasuk salah satu anggota yang turut menandatangani rekomendasi pemberhentian Prabowo. Agum mengaku heran dengan sikap SBY saat ini yang justru mendukung Prabowo.
 
"Tanda tangan semua. Soebagyo HS tanda tangan. Agum Gumelar tanda tangan, SBY tanda tangan. Yang walaupun sekarang ini saya jadi heran, ini yang tanda tangan rekomendasi kok malah sekarang mendukung. Tak punya prinsip itu orang," kata Agum dalam sebuah diskusi yang rekamannya yang diunggah di Facebook Ulin Ni'am Yusron.
 
(*luk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -