Jumat, 23 Agustus 2019 21:16 WIB

DAERAH

Sampai Kapan Cara Membangun Seperti Ini Dipertahankan?

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Sampai Kapan Cara Membangun Seperti Ini Dipertahankan? Foto : Pembangunan drainase ruas Kembes-Rumengkor di Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa

Jurnalpatrolinews - Manado,  Di 5 tahun periode pertama kepemimpinan Presiden Jokowi terus memaksimalkan pembangunan infrastruktur publik termasuk drainase dan jalan umum.

Namun praktik di lapangan pembangunan infrastruktur lebih berorientasi proyek dan tidak berdasarkan perencanaan matang.

Anggota DPRD Sulut, Herry Tombeng, menyontohkan pembangunan jalan dan drainase sangat berkaitan sering diabaikan Dinas PUPR.

“Bangun jalan tanpa drainase di lokasi tertentu rawan banjir sehigga jalan belum lama diaspal rusak sekejap ketika hujan deras karena tanpa drainase,” ujar Herry Tombeng, Jumat (23/8/2019).

Herry Tombeng juga mengkritisi kebiasaan membangun jalan lebih dahulu setelah itu bangun drainase merupakan pembangunan tanpa perencanaan.

“Contoh terakhir, pembangunan drainase di ruas Kembes-Rumengkor yang merusak aspal jalan. Secara teknis mestinya drainase dibangun duluan bukan jalan,” pungkas politisi Partai Gerindra yang sudah 3 periode di DPRD Provinsi ini.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah terus memaksimalkan pembangunan infrastruktur publik.

Salah-satunya, pembangunan drainase Tondano-Kembes-Manado seksi 2 antara Desa Kembes dan Desa Rumengkor di Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa.

Terpantau BeritaManado.com, pada papan proyek tertera sumber dana berasal dari APBD 2019 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebesar Rp. 947.753.676.99.

Pelaksana proyek CV. Samudra Jaya, waktu pelaksanaan 120 hari kalender terhitung dari tanggal kontrak 4 Juli 2019. Artinya, pekerjaan drainase harus selesai paling lambat 5 Oktober 2019.

Pemerhati kemasyarakatan, Jeffry Makal, mengingatkan pelaksana proyek menyelesaikan pembangunan drainase dengan baik.

“Baik itu artinya selesai tepat waktu karena jalan umum. Kemudian, hasil sesuai spek dan tidak menyisakan material bahan dan bekas galian selesai pekerjaan,” ujar Jeffry Makal kepada BeritaManado.com, Rabu (21/8/2019).

Sebagai masyarakat, dia berjanji akan ikut mengawasi pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur publik.

“Semua program pembangunan infrastruktur bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai proyek asal jadi, makanya kami ikut mengawasi,” tandas Makal.


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -