Rabu, 12 Juni 2019 21:04 WIB

KORUPSI

Sekjen Kemenag Ungkap Menteri Agama Menangkan Haris Hasanudin

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
Sekjen Kemenag Ungkap Menteri Agama Menangkan Haris Hasanudin Foto : Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (12/6/2019).

JurnalPatrolINews JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Mohamad Nur Kholis Setiawan mengaku diperintah oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, untuk memenangkan Haris Hasanudin dalam seleksi calon kepala kantor wilayah Kemenag Jawa Timur. Padahal, Haris dinyatakan tidak lolos seleksi oleh panitia.

Hal itu dikatakan Nur Kholis saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Nur Kholis bersaksi untuk terdakwa Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudin.

"Beliau (Lukman) katakan, dari sekian calon, saya hanya kenal Haris. Saya sudah tahu kompetensinya karena menjabat Plt Kakanwil," ujar Nur Kholis kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Nur Kholis, dia memberitahu Lukman bahwa nilai hasil seleksi Haris rendah dan tidak cukup untuk menempati tiga besar peserta seleksi. Namun, menurut Nur Kholis, Lukman tetap memrintahkan agar Haris dimenangkan.

"Waktu itu saya bilang nilainya enggak sampai. Kalau ditotal hanya urutan ke 4. Beliau (Lukman) beri masukan untuk jadi 3 besar. Itu sebelum panitia menggelar pleno," kata Nur Kholis.

Akhirnya, lanjut Nur Kholis, dirinya mendongkrak nilai hasil seleksi Haris. Padahal sejatinya nilai yang didapat Haris tak cukup berada di tiga besar pada proses seleksi.

"Saya berikan nilai makalah lebih tinggi dari panitia lain. Perintah (Menag) itu hanya ke saya, karena saya Sekjen dan Ketua panitia seleksi," ujarnya.

Selain itu, klaim Nur Kholis, dia juga sudah memberitahu Menag bahwa Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah menyampaikan surat yang intinya supaya panitia seleksi tak meloloskan peserta seleksi atas nama Haris Hasanudin dan Anshori.

Rekomendasi KSAN lantaran Haris dan Anshori melanggar persyaratan seleksi. Persyaratan terseut mengenai peserta seleksi tak boleh dijatuhi sanksi disiplin sedang atau berat selama 5 tahun terakhir.

Kendati begitu, ungkap Nur Kholis, Menag Lukman tetap mengabaikan rekomendasi tersebut.

"Saya lapor kepada Beliau (Lukman) dan Beliau katakan ingin mendalami. Tapi berikutnya Beliau sudah memiliki kecendrungan untuk milih Haris sebagai Kakanwil Jatim," imbuhnya.

Pada perkara ini, Haris dan Muafad didakwa menyuap Ketum PPP sekaligus anggota DPR, Romahurmuziy alias Rommy terkait seleksi jabatan tinggi di Kemenag. KPK menduga Rommy kemudian meminta Menag membantu Haris dan Muafaq.

Sebelumnya KPK juga telah menyita sejumlah uang dari ruang kerja Mentri Lukman Hakim dan menyita sejumlah dokumen dari ruangan Sekjen Kemenag Nur Kholis. (dai)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -