Kamis, 13 Juni 2019 15:38 WIB

POLITIK

Soal Gelembungkan 22 Juta Suara, KPU: Tidak Ada Keberatan Saat Rekap

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
Soal Gelembungkan 22 Juta Suara, KPU: Tidak Ada Keberatan Saat Rekap Foto : Komisioner KPU Pramono Ubaid

JurnalPatroliNews Jakarta - KPU mengaku heran atas gugatan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menuding KPU telah menggelembungkan 22 jutaan suara untuk Jokowi-Ma'ruf Amin. KPU menilai pernyataan itu aneh dan patut dipertanyakan.

Komisioner KPU Pramono Ubaid mengatakan proses rekapitulasi berjenjang dari kecamatan hingga nasional yang dihadiri setiap saksi dari paslon capres-cawapres dan partai politik itu berjalan dengan baik. Pramono mengatakan tidak pernah ada yang keberatan atas perolehan suara dari salah satu saksi paslon capres.

"Kami tidak pernah menerima keberatan soal perolehan suara dari salah satu saksi paslon. Rata-rata keberatan muncul dari saksi parpol. Kalaupun ada, keberatan dari saksi paslon, tidak pernah menyoal perolehan suara, yang ada hanya menyoal jumlah pemilih, jumlah pengguna hak pilih, jumlah surat suara, jumlah suara tidak sah. Hampir tidak pernah menyoal perolehan suara," kata Pramono saat dimintai konfirmasi, Kamis (13/6/2019).

Karena itu, Pramono menilai tudingan tim hukum Prabowo-Sandi itu aneh. Dia mempertanyakan alasan tudingan itu tidak disampaikan dalam forum rekap berjenjang saat rekapitulasi.

"Jadi aneh kalau tiba-tiba sekarang menyebut KPU menggelembungkan perolehan suara salah satu paslon. Lha waktu rekap berjenjang kok nggak ada keberatan sama sekali?" ujarnya.

Meski mengaku heran, Pramono berpendapat tudingan itu merupakan hak BPN sebagai penggugat untuk diajukan ke MK.

"Tapi oke lah. Namanya juga menggugat. Maka KPU nanti akan membuktikan dalam sidang PHPU di MK bahwa gugatan itu sama sekali tidak berdasar, tidak didukung bukti yang relevan," tandasnya. (dai)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028