Selasa, 16 Juli 2019 11:17 WIB

METRO

Soal Sengketa Tanah, Ratusan Warga Jatimulya Bekasi Bersama LRJ Datangi Kantor Adhi Karya

Beno - jurnalpatrolinews
Soal Sengketa Tanah, Ratusan Warga Jatimulya Bekasi Bersama LRJ Datangi Kantor Adhi Karya Foto : Warga Jatimulya Geruduk PT Adhi Karya terkait sengketa lahan di Bekasi (Suaramerdeka.)

JurnalPatroliNews - Jakarta,--  Sejumlah warga bahkan di perkirakan ratutasan, Menggeruduk Kantor PT. Adhi Karya, Tbk di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Lantaran Lahan yang berada di Kampung Jati, kelurahan Jatimulya, Kabupaten Bekasi di klaim kepemilikannya oleh PT. Adhi Karya, Hal ini dinilai dan diyakini warga, Cacat hukum alias illegal.

"Yah, lahan tersebut telah didiami oleh masyarakat setempat selama 30 tahun sejak tahun 1989 dan telah mempunyai Surat Keterangan kepemilikan Tanah yang dikeluarkan oleh Desa Jatimulya pada tahun 1993 serta masyarakat rutin membayar pajak atas tanah tersebut," Kata Koordinator aksi, Sondi Silalahi, Senin 15/7.


Kehadiran massa di kantor PT. Adhi Karya didampingi Laskar Relawan Jokowi (LRJ). Mereka menuntut seluruh jajaran direksi dan komisaris untuk segera menyelesaikan sengketa lahan yang diklaim oleh perusahaan plat merah tersebut. Warga juga menuntut agar Fadjroel Rachman selaku Komisaris Utama PT. Adhi Karya dipecat dari jabatannya karena dinilai ikut andil di dalamnya.

Dikatakan Sondi Silalahi, Warga juga mempertanyakan klaim kepemilikan lahan oleh PT. Adhi Karya yang diyakini cacat hukum alias illegal. Bahkan menurut warga, klaim tersebut membuat mereka merasa tertekan dan terintimidasi. Menurut warga, lahan yang telah mereka tempati selama puluhan tahun itu bukan lahan yang dimiliki oleh PT. Adhi Karya.

“Sudah lama merasa tertekan oleh pihak Adhi Karya, karena tanah yang ditempati sudah 30 tahun tiba-tiba pihak Adhi Karya mengklaim sebagai pemilik berdasarkan PP No 3 tahun 1997, yang sebenarnya bukan berada di Desa Jatimulya akan tetapi berada di Setiadarma Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Jadi dasar hukum Adhi Karya yang mengatakan tanah yang kami diami itu adalah tanahnya, adalah cacat  secara hukum,” ungkap Sondi.

Sementara itu Suhario, mewakili warga pemilik sertifikat tanah, mengatakan bahwa dia dan para pihak yang memiliki lahan bersertifikat juga diperlakukan tidak adil bahkan ada diantara rekannya yang telah menyerah hingga terbelah menjadi dua kubu, kubu yang menyerah dan kubu yang terus berjuang.

“Bahkan selama ini kami di pecah belah, bahkan teman-teman kami yang berpikir lemah, ikut terintimidasi dan akhirnya menyerah. Akan tetapi kami tidak menyerah, makanya kami mendatangani kantor PT Adhi Karya untuk berdialog dan menanyakan sejauh mana proses yang ditempuh benar atau salah,” ungkapnya.


" Pada tahun 2017 lalu, masyarakat di Kampung Jati telah mengajukan peningkatan status tanah tersebut, lalu di susul oleh pengajuan status tanah oleh pihak Adhi Karya yang kemudian saat ini menjadi sengketa. Oleh PT. Adhi Karya," tambahnya

Dari info yang ada, di atas lahan yang berlokasi di Kampung Jati, Desa Jatimulya, Kabupaten Bekasi tersebut akan di bangun Depo moda transportasi massa LRT. 

(*)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028