Rabu, 15 Januari 2020 23:32 WIB

NASIONAL

Tambang Ilegal Dekat Ibu Kota Baru Segera Ditutup

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Tambang Ilegal Dekat Ibu Kota Baru Segera Ditutup Foto : Lokasi Kecamatan Sepaku di Kabupaten Penajam Paser Utara. Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara, akan menjadi lokasi ibu kota baru Indonesia.(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

JurnalPatroliNews - Kaltim,-- Pemerintah memastikan akan membersihkan tambang-tambang illegal yang saat ini terdapat di sekitar lokasi Ibu Kota RI yang baru, di Kalimantan Timur. Itu ditegaskan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya mengakui, hingga saat ini masih banyak tambang yang tercatat illegal di dekat lokasi ibu kota baru. Aktivitas itu, merusak lingkungan. Padahal Presiden Joko Widodo sendiri menginginkan, ibu kota baru juga mengembalikan kawasan hutan.

Ia memastikan akan menyetop aktivitas illegal tersebut. Yakni yang berada di sekitar ibu kota baru. Apakah itu di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, atau di wilayah Kalimantan Selatan yang lokasinya juga berbatasan.

"Kalau ilegal enggak boleh dong diterusin, apalagi di wilayah ibu kota negara," kata Siti usai rapat terbatas membahas pemindahan ibu kota, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 15 Januari 2020.

Setidaknya, ada enam tambang illegal yang ada seperti di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Di lokasi ini juga, karena dekat dengan ibu kota baru, maka aktivitasnya akan ditertibkan. Tambang illegal memang lebih banyak dibuka oleh warta setempat. 

Agar masyarakat tidak kehilangan pendapatannya setelah penutupan, Siti mengaku pemerintah juga akan mencari solusinya. "Itu semua lagi diteliti," ujar dia.

Dijelaskan oleh Siti, hingga kini setidaknya ada 1.350 lubang bekas tambang yang ada di wilayah ibu kota baru dan sekitarnya. Maka karena itu sudah tidak digunakan, dia meminta agar perusahaan yang sempat mengeksploitasi untuk menutup kembali tambang tersebut.

Politisi Partai Nasdem itu mengharap bantuan dari Kementerian ESDM dan pemerintah daerah. Yakni agar lubang-lubang itu benar-benar bisa kembali tertutup.

"Harusnya pemda, dinas tambang mengikuti. Dinas ESDM mengikuti dan seharusnya sebagai stakeholder tertinggi kementerian melakukan pembinaan," katanya. 

Presiden Jokowi dalam pembukaan rapat kabinet terbatas memastikan ibu kota baru, tidak akan merusak wilayah itu maupun wilayah sekitarnya. Justru kata Kepala Negara, ingin mengembalikan hijaunya.

"Kita memiliki kewajiban untuk justru memperbaiki dari lingkungan yang kurang baik menjadi baik, hutan yang rusak menajdi hutan yang kita rehabilitasi yang kita perbaiki," kata Jokowi.

Sesuai dengan konsep yang digagas yakni negara rimba nusa. Ia juga sudah meminta kepada Siti agar menyiapkan lahan sekitar 100 hektar untuk dihijaukan. "Kita harapkan dalam 100 hektar itu mungkin bisa kita siapkan lebih dari 17 juta bibit tanaman," kata Jokowi.

[viva]


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028