Kamis, 05 Desember 2019 23:39 WIB

INTERNASIONAL

Tiongkok Bukan Ancaman bagi Dunia

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Tiongkok Bukan Ancaman bagi Dunia Foto : Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying (chinadailyh.com)

JurnalPatroliNews - Tiongkok  membantah telah menjadi ancaman bagi negara lain dan bersikeras bahwa negara itu adalah “adidaya yang bersahabat”. Ini muncul setelah para anggota NATO mengeluarkan pernyataan untuk kali pertama yang mengakui adanya “tantangan” dari kekuatan Beijing.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut NATO harus secara bersama-sama menghadapi kekuatan militer Tiongkok yang terus bertumbuh, termasuk adanya rudal yang mampu menjangkau Eropa dan Amerika Serikat.

Dalam deklarasinya usai pertemuan di London yang dihadiri oleh 29 negara anggota, aliansi NATO menyatakan “pertumbuhan kebijakan internasional dan pengaruh Tiongkok menghadirkan kesempatan serta tantangan”.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying menyatakan bahwa “pertumbuhan kekuatan Tiong­kok merupakan pertumbuhan kekuatan yang bersahabat” dan “tidak langsung ada hubungan antara besarnya sebuah negara dengan ancaman yang ditimbulkannya”.

Menurut dia, “ancaman terbesar bagi dunia saat ini adalah unilateralisme dan upaya pemaksaan”. Ungkapan ini juga menjadi sindiran halus terhadap Amerika Serikat. “Sekarang sekutu-sekutu AS sendiri bahkan telah dirugikan,” ungkapnya.


Pertengkaran pemimpin

Di sisi lain, pertemuan puncak NATO kali ini diwarnai oleh pertengkaran antara Presiden AS Donald Trump dengan pemimpin negara lainnya.
Ini diawali ketika beberapa kepala negara yakni Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte tampak dalam sebuah rekaman video bergunjing dan bercanda soal jumpa pers Trump yang panjang.

Trump menanggapi hal tersebut dengan menyebut Trudeau bermuka dua karena suka bergunjing. “Dia (Trudeau) orang baik, namun faktanya adalah Kanada tidak membayar 2% (pengeluaran pertahanan) untuk NATO,” tukas Trump.

Trump kemudian membatalkan jumpa persnya yang dijadwalkan di akhir KTT NATO, dengan alasan sudah mengatakan semua hal selama sesi ta­nya jawab sebelumnya. Kepergian Trump lebih awal itu dinilai melegakan penyelenggara KTT NATO.

Sebelumnya pada Selasa (3/12), Trump dan Macron juga menggelar sesi tanya jawab yang panjang dengan media. Macron menolak menarik pernyataan sebelumnya yang menyebut strategi NATO mengalami “mati otak”.

(AFP/MI)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028