Selasa, 28 Januari 2020 11:10 WIB

METRO

Tolak Rujuk Mantan Suami WN Jepang, Esih Divonis Hakim 1,2 Tahun Penjara

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Tolak Rujuk Mantan Suami WN Jepang, Esih Divonis Hakim 1,2 Tahun Penjara Foto : Ist

"Sejak persidangan digelar memang banyak kejanggalan sikap hakim dalam persidangan ini dan terus dipantau oleh mantan suami terdakwa sehingga kami dua kali melaporkan keganjilan ifu ke Badan Pengawas Mahkamah Agung namun belum ada tindak lanjut hingga kasus diputus"

 

JurnalPatroliNews. Jakarta, -- Terdakwa Kasus tuduhan penipuan dan penggelapan yang berseteru dengan mantan suaminya Masayuki Araki warganegara Jepang ajukan kasasi ke Mahkamah Agung terhadap putusan Pengadilan Tinggi Banten yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang dengan vonis penjara satu tahun dua bulan karna terbukti melakukan penggelapan uang suami dari penjualan mesin pabrik seharga Rp 280 juta.

Kuasa hukum terdakwa Sabar Lumbantoruan ketika dihubungi wartawan JurnalPatrolinews, membenarkan adanya pengajuan kasasi.

"Akta permohonan kasasi sudah diteken oleh rekan saya pak Ferdinand Montororing pada jumat lalu (17/01) di Kepanitraan Pengadilan Negeri Tangerang" ujar Sabar pada wartawan di sela-sela kesibukan mengajar di Kampus Universitas Mpu Tantular.

 Sabar menjelaskan alasan mengajukan kasasi karna menganggap Pengadilan Tinggi Banten tidak cermat mengadili perkara itu yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang yang penuh keganjilan.

Awalnya Jaksa mendakwa Esih Sukaesih menipu mantan suaminya yang waganegara Jepang, karna penipuan tak terbukti dakwaan bergeser ke penggelapan terhadap mesin-mesin milik pabrik PT.  Fajar Sukses milik Esih yang dibeli dari uang pinjaman pada suami, ternyata hasil pemeriksaan di Pengadilan mesin-mesin yang dijual Esih milik rekan bisnis Esih yakni Kang Dae Seung warganegara Korea semasa di PT. Abdi Tunggal Putra yang pabriknya terbakar tahu 2012 sedangkan Esih menjabat Presiden Direktur dan pemegang saham 50% di PT.  Abdi Tunggal Putra fakta ini dibenarkan Pengadilan Negeri Tangerang namun putusannya bertolak belakang dengan fakta.

"Sejak persidangan digelar memang banyak kejanggalan sikap hakim dalam persidangan ini dan terus dipantau oleh mantan suami terdakwa sehingga kami dua kali melaporkan keganjilan ifu ke Badan Pengawas Mahkamah Agung namun belum ada tindak lanjut hingga kasus diputus," paparnya.

Ternyata setelah kami telusuri latar belakang yang mendasari perkara ini hingga mantan suami Esih menuntut ke meja hijau mantan isterinya karna persoalan cinta dimana mantan suami minta rujuk tapi ditolak yang menurut Esih penolakan itu karena KDRT dan Esih membesarkan anak perempuan mereka satu-satnya kini kelas 1 SMP.

“Masahuki Araki sendiri sampai  saat ini adalah seorang CEO dari sebuah perusahaan besar Jepang Goi Trading Corp,” ujar Sabar mengakhiri penjelasannya pada awak media.

[rah]


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028