JPNews
JPNews
Kamis, 08 November 2018 19:51 WIB

KRIMINAL

UGM: Tersangka Pemerkosa Dipastikan Tidak Akan Wisuda Sebelum Kasusnya Selesai

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
UGM: Tersangka Pemerkosa Dipastikan Tidak Akan Wisuda Sebelum Kasusnya Selesai Foto : Kabag Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani.

JurnalPatroliNews YOGJAKARTA - HS, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memperkosa teman KKN-nya dikabarkan akan wisuda pada November ini. Pihak rektorat UGM langsung mengklarifikasi kabar tersebut.

Kabag Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani menjelaskan, menang benar HS terdaftar di web wisuda kampus. Hanya saja HS belum terverifikasi.

“Semua data mahasiswa yang kemudian sudah meyelesaikan rangkaian akademik itu kan punya hak mendaftarkan wisuda, tetapi yang di oke kan dia wisuda atau enggak kan setelah verifikasi semua,” ujarnya, Kamis (8/11).

Verifikasi yang dimaksud apakah yang bersangkutan memiliki pinjaman di perpustakaan hingga apakah yang bersangkutan masih punya tanggungan persoalan yang belum rampung.

“Verifikasi itu ya masih punya pinjaman di perpustakaan enggak? masih punya tanggungan persoalan yang dia selesaikan nggak? itu kan setelah dia verifikasi. Jadi seperti itu kondisinya. Dan ini belum terverifikasi,” jelas Iva.

Iva pun menegaskan HS tidak diperbolehkan wisuda hingga 6 bulan ke depan atau hingga persoalannya terselesaikan.

“Dia tidak boleh (wisuda). Saya tegaskan dia tidak boleh wisuda kan tidak boleh lulus artinya ya. Pertimbangan minimal 6 bulan ke depan atau sampai persoalan itu selesai. Saya menjamin tidak (wisuda),” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi UGM angkatan 2014 berinisial An diduga diperkosa saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku pada 2017 yang lalu. An diduga diperkosa oleh sesama rekan KKN-nya yang berinisial HS. HS sendiri merupakan mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2014.

Kasus dugaan pemerkosaan ini kembali mencuat paska diberitakan oleh balairungpress.com yang merupakan produk dari Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung. Dalam tulisan berjudul 'Nalar Pincang UGM Atas Kasus Pemerkosaan', Balairung memberitakan kejadian pemerkosaan yang dialami oleh An dan sejumlah langkah yang dilakukan pihak UGM untuk menangani masalah tersebut.

Sebelumnya, Iva Ariani telah mengatakan jika peristiwa tersebut memang benar terjadi. Pihak UGM, kata Iva, langsung menarik HS yang diduga memerkosa dari kegiatan KKN. (dai)


KOMENTAR