Jumat, 15 Maret 2019 19:23 WIB

INTERNASIONAL

Usai Penembakan di New Zealand, KBRI Lakukan Telpon Satu Persatu WNI di Christchurtch

Beno - jurnalpatrolinews
Usai Penembakan di New Zealand, KBRI Lakukan Telpon Satu Persatu WNI di Christchurtch Foto : Duta Besar RI di Wellington, Tantowi Yahya
JurnalPatroliNews - Jakarta - Duta Besar RI di Wellington, Tantowi Yahya, mengatakan ada sekitar 344 WNI yang tinggal di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru). Tantowi menyebut, umumnya mereka dalam keadaan syok usai penembakan terjadi. 
 
"Ada 344 WNI di Christchurch, sebanyak 144 orang adalah pelajar. KBRI melakukan telepon satu per satu WNI di Christchurtch untuk mengetahui kondisi mereka," kata Tantowi kepada rekan media, Jumat (15/3). 
 
"Umumnya mereka dalam kondisi syok karena kejadian mengerikan seperti ini baru pertama kali terjadi, belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka mengapresiasi apa yang telah dilakukan KBRI," imbuhnya. 
 
Tantowi menyatakan, pihak KBRI belum bisa mendampingi WNI di Christchurch secara langsung karena bandara yang masih ditutup. 
 
"KBRI belum bisa melakukan pendampingan dan bertemu WNI yang ada di Christchurch karena airport masih ditutup dan baru besok dibuka. Kami akan secepatnya terbang ke sana," tutur Tantowi. 
 
Korban tewas dalam penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru) bertambah menjadi 49 orang. Kepolisian Selandia Baru Mike Bush menyebut penembakan brutal itu 'direncanakan sangat matang'.
 
Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern telah menyebut penembakan brutal ini sebagai 'serangan teroris' dan mengecamnya. 
 
Lebih lanjut, Bush menjelaskan bahwa 41 orang tewas dalam penembakan di Masjid Al Noor, Deans Ave kemudian tujuh orang lainnya tewas di sebuah masjid di pinggiran Linwood dan satu orang tewas saat dirawat di rumah sakit.
 
(*luk)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -