Rabu, 12 Juni 2019 20:24 WIB

METRO

Wakil Ketua DPR DKI Jakarta Anggap Proyek LRT Gagal, Pemprov Diminta Lapor KPK

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
Wakil Ketua DPR DKI Jakarta Anggap Proyek LRT Gagal, Pemprov Diminta Lapor KPK Foto : LRT

JurnalPatroliNews JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Muhammad Taufik menyebutkan bahwa proyek Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta dianggap gagal.

"LRT proyek gagal. Pertama, gagal waktu. Kedua gagal fungsi. Ketiga, gagal efesiensi anggaran," ujar Taufik di kantornya, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu 12 Juni 2019.

Ia menjelaskan, yang dimaksud gagal waktu adalah waktu pendirian LRT itu semua ngotot adalah untuk kepentingan Asian Games. Tapi, kenyataannya kegiatan pesta olahraga terbesar proyek itu belum juga jadi.

"LRT enggak jadi-jadi. Jadi barang itu kalau enggak bisa digunakan belum jadi namanya," ujarnya.

Kedua, proyek LRT Jakarta itu gagal fungsi. Maka, yang dimaksud gagal fungsi karena tidak dapat mengangkut atlet Asian Games, namun kenyataannya tidak ada.

"Buat ngurangi kemacetan menurut saya enggak berfungsi disitu. Itukan daerah sangat dekat sekali (Veledrom-Kelapa Gading)," katanya.

Kemudian, Taufik juga menjelaskan maksud dari gagal efisiensi anggaran. Proyek LRT sendiri sudah mengeluarkan dana yang sangat besar yaitu mencapai Rp5,8 triliun.

Oleh karena itu, Taufik, menyarankan kepada Pemprov DKI atau Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dapat melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait proyek LRT yang ia bilang gagal tersebut.

"Paling efektif, paling baik, paling bijak adalah dilaporkan. Uang ini 5,8 triliun. Makanya kemarin enggak aneh buat saya ada uji coba sepi," ujar politikus Partai Gerindra tersebut.

Selain itu, Taufik menjelaskan bahwa izin operasi LRT belum dikeluarkan karena Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang belum rampung.

PT LRT Jakarta sudah melaksanakan uji coba publik pada 11 Juni lalu. LRT Jakarta diketahui memiliki rute Velodrome (Rawamangun)-Kelapa Gading sepanjang 5,9 kilometer dengan tarif datar Rp5.000 per perjalanan.

Sepanjang itu, ada enam stasiun yang dilewati LRT yakni Velodrome, Pacuan Kuda, Pulomas, Kelapa Gading Boulevard, Mall Kelapa Gading dan Depo LRT.

Pada Mei lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut optimistis pengoperasian LRT Jakarta bisa dilakukan sebelum Ramadan berakhir meskipun kala itu masih terkendala masalah administrasi.

"Mudah-mudahan bisa selesai cepat, sedang dalam pembicaraan, saya sih berharap sebelum Lebaran sudah selesai," kata Anies kala itu. (dai)


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -