Selasa, 20 Agustus 2019 21:04 WIB

DAERAH

Warga Sekadau Keluhkan Listrik Sering Mati

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Warga Sekadau Keluhkan Listrik Sering Mati Foto : Sering Mati Listrik, Belajar Diterangi Lilin
Jurnalpatrolinews, Sekadau - Masyarakat dikeluhkan dengan kondisi byarpet yang terjadi belakangan ini. Hampir setiap hari listrik padam dirasakan masyarakat. 
 
Salah seorang warga, Maswani mengungkapkan, listrik menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Kondisi byarpet yang sering terjadi mempengaruhi aktivitas warga, terutama para ibu rumah tangga. 
 
"Hari ini saja, dari siang hingga sore belum nyala listriknya. Setiap hari pasti ada listrik padamu," ujar warga Peniti itu, Selasa (20/8). 
 
Maswani berharap, kondisi byarpet tak berlarut. Bila kondisi itu terus menerus terjadi maka masyarakat sebagai konsumen sudah pasti dirugikan. 
 
"Kan khawatir juga kalau sering byarpet bisa berdampak pada alat-alat elektronik. Kalau rusak siapa yang ganti? Pastilah masyarakat dirugikan," ucapnya. 
 
Hal senada juga diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Sekadau, A Rusmin Nuryadin. Rusmin pun ngeluhkan kondisi tersebut. 
 
Keluhan itu bukan tanpa alasan. Byarpet yang terjadi sangat merugikan konsumen. Untuk itu, Rusmin meminta pimpinan PLN profesional. 
 
"Ndak siang, ndak malam byarpet. Ini kan sangat merugikan masyarakat selaku konsumen," kata Rusmin. 
 
Ia pun meminta PLN untuk mengatasi kondisi byarpet tersebut. Menurutnya, perlu solusi agar kondisi tersebut tidak berlarut-larut. 
 
"Jangan sampai kondisi seperti ini dibiarkan. Khawatir dampak dan kerugian akan semakin besar terutama konsumen," ungkap Rusmin. 
 
Sementara itu, Manager PLN Rayon Sekadau, Rumiyo Pujiantoro mengungkapkan penyebab byarpet tersebut. Di Kabupaten Sekadau, wilayah Jalan Sanggau, Jalan Raqak, Kota Sekadau, Pasar Sekadau hingga wilayah Seberang Kapuas disuplay dari sistem Sanggau. 
 
Suplay tersebut dilakukan karena sistem Suak Payung dari PLTD Suak payung mengalami defisit. Adapun defisit tersebut kurang lebih 3,6 MW. 
 
"Posisi sekarang sistem Sanggau gangguan arah Semuntai. Sebagian wilayah Sekadau ini disuplay dari Sanggau. Jadi, jika terjadi gangguan di wilayah Sanggau, wilayah Sekadau yang disuplai Sanggau juga ikut padamu," jelas Rumiyo. 
 
Rumiyo mengatakan, pihaknya sudah melakukan inspeksi dan eksekusi terhadap potensi gangguan pohon yang dekat jaringan listrik. Pihaknya, kata dia, terus berupaya maksimal.
 
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," ungkap Rumiyo. 
 
Sedangkan untuk mengatasi defisit listrik, Rumiyo mengatakan, pihaknya sudah menyurati dan berkoordinasi dengan pihak PLTD Sewa Ensas. Sehingga, pihak PLTD segera melakukan perbaikan unit-unit mesin yang mengalami gangguan. 
 
"Kami juga berkoordinasi dengan ULP Sanggau Kota agar bisa membantu suplay sistem Sekadau agar tidak terjadi pemadaman," pungkasnya. (yah


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : -
Media Partner : -
Iklan : -