Serap Keluhan Warga, Cawalkot Semarang Nyamar jadi Ojol

  • Whatsapp
Cawalkot Semarang Hendrar Prihadi menyamar menjadi sopir ojek online guna mengetahui langsung keluhan warga soal perekonomian di tengah pandemi virus corona.

JurnalPatroliNews – Semarang, Calon wali kota Pilkada Semarang, Hendrar Prihadi menyamar menjadi tukang ojek online (ojol) guna melihat permasalahan ekonomi di tengah-tengah masyarakat yang akan dipimpinnya.

Penyamaran dilakukan dengan mengundang salah satu tukang ojol. Dia kemudian meminjam akunnya untuk menerima orderan.

Mengenakan atribut lengkap, jaket dan helm, Calon Tunggal di Pilwakot Semarang yang akrab disapa Hendi ini juga membaur bersama ojol di salah satu pangkalan sekitar kawasan Simpang Lima Semarang.

Dengan wajah yang ditutup masker, Hendi memancing keluhan dari tukang ojol terkait kondisi ekonomi masa pandemi.

“Dari tukang ojol itu kita bisa dengarkan keluhan mereka terkait ekonomi di Semarang pada masa pandemi sekarang ini. Orderan menurun, persaingan ketat, dan sistem komisi atau bonus yang berubah-ubah. Di sisi lain, mereka harus mencukupi kebutuhan keluarga, sampai cicilan motor”, ujar Hendi, Rabu (21/10).

Ojol sendiri dipilih Hendi sebagai objek penyamaran karena merupakan profesi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat berbagai lapisan. Selama kurang lebih 5 jam dia menyamar dan bertemu langsung dengan warga.

“Ojol itu sektor riil yang paling bersentuhan langsung dengan masyarakat dari berbagai lapisan. Termasuk saya sendiri, kalau malam butuh apa pakai ojol. Dari ojol inilah kita bisa tahu perkembangan ekonomi Kota Semarang,” ujar Hendi.

“Misal, dari order makanan, yang paling ramai yang harga dibawah 50 ribu, terus kalau penumpang, yang ngorder yang jarak-jarak dekat dari orang kantoran. Ini bisa jadi bahan saya melihat kondisi ekonomi Kota Semarang,” tambahnya.

Di samping ingin mengetahui keluhan warga soal ekonomi, Hendi juga mencari tahu kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Semarang selama ini.

“Social experiment begini lebih efektif. Tahu langsung problem di masyarakat dan kepuasan mereka terhadap kinerja Pemerintahnya,” katanya.

“Mau tidak mau, kita harus kreatif karena masa pandemi tidak lagi memungkinkan untuk berkampanye dengan mengumpulkan massa banyak”, tambah Hendi.

(cnn)

Pos terkait