Skandal Baru, Rusia Bayar Taliban untuk Buru Tentara AS?

  • Whatsapp
Foto: Trump rayakan thanksgiving dengan pasukan AS di Afganistan (AP Photo/Alex Brandon)

JurnalPatroliNews – Jakarta,–  Intelijen Rusia dikabarkan menawarkan hadiah berupa uang kepada kelompok yang terafiliasi dengan Taliban di Afghanistan untuk membunuh pasukan Amerika Serikat (AS) dan tentara dari negara koalisi lainnya.

Hal tersebut dikemukakan oleh salah seorang pejabat inteljien Eropa, yang enggan disebutkan identitiasnya kepada CNN, seperti dikutip CNBC indonesia, Minggu (28/6/2020).

Bacaan Lainnya

Pejabat tersebut tidak mengatakan secara rinci apa motivasi Rusia melakukan hal tersebut. “Cara yang diambil ini sangat mengejutkan dan tidak senonoh. Motivasi mereka membingungkan, kata pejabat tersebut.

Kisah ini pertama kali dilaporkan oleh New York Times.

Intelijen AS pada bulan lalu menyimpulkan bahwa intelijen militer Rusia telah menawarkan hadiah setelah beberapa serangan berhasil dilakukan. Unit ini juga diyakini terkait dengan percobaan pembunuhan di Eropa.

Mengutip penjelasan beberapa pejabat, Times melaporkan bahwa Presiden Donald Trump diberikan pengarahan tentang temuan intelijen. Bahkan, Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih telah melakukan pertemuan terkait hal ini pada akhir Maret.

Sekretaris Media Gedung Putih Kayleigh McEnany mengemukakan dalam sebuah pernyataan bahwa presiden dan wakil presiden tidak diberikan pengarahan tentang dugaan yang dilakukan inteljien Rusia.

McEnany tidak secara spesifik menjelaskan hal tersebut, namun hanya membahas ketidakakuratan kisah yang dipublikasikan New York Times yang mengatakan bahwa Trump telah diberikan pengarahan.

Namun, McEnany tidak menyangkal validitas dari inteljien AS yang dilaporkan bahwa ada unit intelijen Rusia yang menawarkan hadiah kepada militansi Taliban untuk melakukan serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.

CNN sendiri telah mencoba mendapatkan konfirmasi terkait hal ini dari Departemen Pertahanan AS, Departemen Luar Negeri AS, hingga CIA, namun tidak ada yang bersedia untuk berkomentar.

Pos terkait