Soal 70.736 Kasus Positif, Co-founder Kawal Covid-19 Sebut : Pandemi Baru Mulai, Bulan Depan

  • Whatsapp
Ilustrasi

JurnalPatroliNews – Jakarta – Tim Relawan Kawal Covid-19 menyatakan Indonesia masih jauh dari puncak penyebaran virus corona (Covid-19). Menurut mereka, pandemi baru akan dimulai dan keadaan bulan-bulan ke depan akan lebih berbahaya.
Pernyataan itu disampaikan Kawal Covid-19 dalam akun Twitter mereka pada Kamis (9/7) lalu.

“Dua bulan terakhir rupanya belum masa paling berbahaya. Justru, pandemi ini baru mulai dan kita masih jauh dari puncaknya. Maka tingkatkan kewaspadaan, karena bulan-bulan ke depan keadaan justru akan lebih berbahaya,” cuit mereka.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, pada 18 Mei lalu, mereka membuat cuitan bahwa dalam 2 bulan ke depan, Indonesia akan mengalami masa paling berbahaya.

Co-founder Kawal Covid-19, Elina Ciptadi mengatakan prediksi mereka pada Mei lalu itu, disebabkan waktu yang mendekati lebaran, di mana banyak orang yang melakukan mudik dan dikhawatirkan memunculkan klaster-klaster penyebaran corona baru.

“Kami khawatir bahwa 1-2 minggu setelah itu akan muncul klaster-klaster baru. Ya memang jumlah kasus 2 bulan ini naik, tapi masih sangat dibatasi kapasitas testing dan tracing kita yang rendah,” kata dia saat dihubungi, Jumat (10/7).

“Kapasitas testing dan tracing kita kan masih terbatas, jumlah kasus positif tiap harinya masih dibatasi kapasitas testing ini,” imbuh dia.

Lalu, ia menjelaskan dengan meningkatnya kapasitas testing belakangan ini, angka positif akan terus naik karena kasus-kasus yang belum terdeteksi akan mulai terbuka.

“Kami berprinsip lebih baik tahu skala wabah yang sebenarnya, daripada enggak tahu tapi masyarakat jadi enggak waspada,” ucap dia

Ia menyebut prediksi bulan depan akan berbahaya juga dikarenakan data Covid-19 di Indonesia yang belum menunjukkan tren penurunan.

“Sementara re-opening lanjut terus dan kepatuhan masyarakat untuk mengenakan masker dengan benar, mau dites-diisolasi bila diminta juga sepertinya masih sulit.” ujarnya.

Atas kondisi saat ini, Elina pun pemerintah perlu membuka data ke publik secara transparan. Hal ini agar masyarakat lebih serius dalam menghadapi wabah.

Jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia melonjak drastis pada Kamis (9/7).

Terjadi pertambahan 2.657 kasus positif virus corona baru, sehingga total menjadi 70.736 kasus. Angka ini menjadi tambahan kasus harian tertinggi sejak pertama kali diumumkan pada 2 Maret lalu.

Selain itu, hingga Kamis tercatat 32.651 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan 3.417 orang lainnya meninggal dunia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan penyebaran Covid-19 kembali masuk lampu merah setelah terjadi lonjakan kasus baru mencapai 2.657 orang dalam sehari.

“Perlu saya ingatkan sudah lampu merah lagi, hari ini secara nasional kasus positif tinggi sekali hari ini, 2.657,” kata Jokowi saat memberikan arahan di Posko Penanganan Covid-19, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).

Jokowi mengatakan penyebaran virus corona di seluruh wilayah di Indonesia sangat tergantung kepada penanganan masing-masing daerah.

Oleh karena itu, ia meminta tiap pemerintah daerah menerapkan manajemen krisis dengan baik.

(lk/*)

Pos terkait