Tafsir Sesat Terhadap Pernyataan Letjen Dudung Abdurachman,Soal Fanatisme Agama,Perlu Diwaspadai

  • Whatsapp
Petrus Selestinus (doc.net)

JurnalPatroliNews –¬† Pernyataan Pangkostrad Letjen TNI AD Dudung Abdurachman, soal himbauaun agar prajuritnya tidak perlu fanatisme berlebihan terhadap agama karena semua agama sama di mata Tuhan, telah diplintir oleh Rizal Ramli, Anwar Abas, Fadli Zon dan Refly Harun, dengan tafsir bebas demi menyenangkan kelompok tertentu.

Bahkan tafsir bebas dimaksud cenderung meremehkan Pangkostrad Letjen TNI AD Dudung Absurachman sebagai tidak berprestasi atau hanya berani menurunkan baliho Rizieq Shihab dan menempatkan Tuhan sebagai pihak untuk mereka hakimi tentang benar tidaknya pernyataan Dudung Abdurachman.

Padahal pernyataan Dudung Abdurachman, merupakan wujud komitmennya untuk mengawal amanat konstitusi sekaligus suatu gambaran sikap mengagungkan betapa besarnya Kemahakuasaan Tuhan yaitu bahwa semua manusia meskipun berbeda keyakinan dan agama yang dianut, namun sama di mata Tuhan.

Logika Letjen TNI Dudung Abdurachman tentang semua agama sama di mata Tuhan sangat tepat karena sesuai dengan prinsip dan keyakinan semua umat beragama bahwa Tuhan itu Maha Kuasa dan Maha Adil bagi semua umatnya, yang membeda-bedakan satu dengan yang lain itu adalah perilaku umat itu sendiri sesuai agama yang diimaninya.

Dalam ajaran agama manapun pengakuan terhadap kebenaran bahwa Tuhan itu Maha Kuasa, Maha Besar, Maha Adil dan maha maha lainnya yang kita semua yakini dan percaya, telah dipersonifikasikan dalam sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, di dalam dasar negara Pancasila.

KONSTITUSIONALITAS PERNYATAAN DUDUNG ABDURACHMAN

Sebagai Umat beragama di tengah keberagaman, maka pernyataan Dudung Abdurachman kepada prajuritnya agar tidak bersikap fanatisme agama secara berlebihan, karena semua agama sama di mata Tuhan. Ini merupakan pernyataan yang sangat tepat dan konstitusional, agar para prajurit TNI menjadi prajurit yang setia kepada Sapta Marga dan kepada Pancasila dalam konteks Keindonesiaan.

Karena itu, hanya orang dengan tingkat fanatisme agama yang berlebihan dan hilang akal sehatnya akan terjerumus dalam cara pandang yang salah bahkan sesat, yaitu menilai pernyataan Dudung Abdurachman, sebagai sesuatu yang hanya untuk menyenangkan Istana, dan merugikan kepentingan kelompoknya.

Padahal himbauan Dudung Abdurachman, datang pada saat yang tepat, karena pada saat bersamaan munculnya upaya dari sekelompok orang yang oleh karena fanatisme agama yang berlebihan, merasa diri dan keyakinan agamanya sebagai yang paling benar, sembari membangun basis kekuatan demi menegasikan keberagaman sebagai pilar negara dalam mendirikan negara khilafah.

FANATISME AGAMA MENCARI TEMAN.

Bagi Rizal Ramli, Abas Anwar, Fadli Zon, Refly Harun dll., mereka tergolong berada di balik kelompok yang memiliki sikap fanatisme agama yang berlebihan, yang saat ini mencari teman, mambangun sikap congkak sebagai penganut agama yang paling benar di mata Tuhan, yang pada gilirannya ingin mengubah dasar negara Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 dengan Ideologi Khilafah.

Hentikanlah cara pandang picik, murahan dan tidak bertanggung jawab dari Rizal Ramli, Anwar Abas, Fadli Zon dan Refly Harun, karena meremehkan peran Dudung Abdurachman, ketika menjamin rasa aman seluruh warga Kota Jakarta dari aksi-aksi premanisme FPI yang meresahkan seluruh warga DKI Jakarta dan seluruh Indonesia.

Sikap Dudung Abdurachman sebagai Pangdam Jaya membersihkan simbol-simbol FPI, sebagai wujud komitmen setia kepada Saptamarga dan Tanggung Jawab menjaga keutuhan NKRI dan kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia.

Kami mendukung pernyataan Dudung Abdurachman, karena pernyataan itu menunjukan bahwa negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, cinta tanah air Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pualu Rote.

(PETRUS SELESTINUS, KETUA TIM TASK FORCE ADVOKAT PENGAWAL PANCASILA /FAPP & ADVOKAT PERADI)

Pos terkait