Tak Bisa Survive Saat Covid-19, Utang RI Makin Mencuat, Bunga-nya Gimana?

Presiden RI, Joko Widodo ((ANTARA)

JurnalPatroliNews – Jakarta – Tercatat utang luar negeri Indonesia pada 2020 mencapai US$ 417,53 miliar. Sementara rasio utang luar negeri (ULN) terhadap PNB Indonesia pada 2021 telah mencapai 41%. Angka tersebut naik 4% dari posisi 2019 sebesar 37%.

Sedangkan rasio utang luar negeri terhadap PNB Indonesia selama 5 tahun terakhir sebesar 35% pada tahun 2016, 36% pada tahun 2018, 37% pada tahun 2019, dan 41% pada tahun 2020. Rasio utang ULN RI terbilang lebih tinggi, Jika dibandingkan dengan rasio ULN terhadap PNB untuk negara berpendapatan rendah ke menengah sebesar 29% pada 2020.

Bacaan Lainnya

Apabila dibandingkan dengan 7 negara berpendapatan rendah ke menengah di kawasan Asia Tenggara, ada 4 negara dengan rasio ULN terhadap PNB pada 2020 yang lebih tinggi dari Indonesia, yakni Laos 95%, Kamboja 72%, Vietnam 49%, dan Thailand 42%. Sementara Filipina 25%, Myanmar 18% dan Timor Leste 9,5% memiliki rasio ULN lebih rendah dari Indonesia.

“Rasio utang terhadap pendapatan pemerintah akan naik menjadi 341% pada akhir 2021, jauh di atas median sejenis sebesar 253%,” dalam laporan tertulis Fitch, Selasa (23/11).

Dalam hal ini, pemerintah harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membayar bunga utang pada tahun 2022 mendatang. Dalam APBN 2022, disebut rencana pembayaran bunga utang adalah sekitar Rp 400 triliun. Ini belum termasuk sedikit pengurangan bantuan dari Bank Indonesia (BI) yang kembali dilakukan tahun depan.

Pos terkait