Terkonfirmasi Positif Didominasi OTG, Sekda Suyasa Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

  • Whatsapp
ist

JurnalPatroliNews – Buleleng – Akhir-akhir ini memuat laporan terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Buleleng yang ditinjau oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tidak dapat diakses melalui tes cepat dan tes swab.

Oleh sebab itu, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan perlindungan sosial dan protokol tetap (protap) mengubah Covid-19, seperti harapan yang disampaikan oleh Sekda Buleleng Drs.Gede Suyasa yang juga selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng melalui jumpa pers online pada Jumat (26/06).

Bacaan Lainnya

Lebih jauh, dibahas oleh Suyasa, OTG terkonfirmasi yang dikirim oleh pihaknya terdiri dari pelaporan perjalanan dari luar Kabupaten Buleleng, terkonfirmasi positif setelah menerima tes cepat dan tes swab secara bertahap.

Selain itu, menurutnya, banyak juga OTG terkonfirmasi yang melacak atau penelusuran terhadap kontak erat terhadap PDP yang terkonfirmasi positif sebelumnya.

Untuk itu, Suyasa meminta, agar masyarakat Buleleng untuk senantiasa waspada dan selalu menerapkan jarak sosial, jarak fisik, dan protap ganti Covid-19.

Beralih ke data perkembangan Covid-19 terbaru di Kabupaten Buleleng, Suyasa memaparkan, untuk hari ini tidak ada pembaruan orang yang dipulihkan dan terkonfirmasi positif.

”Jadi, untuk hari ini angka penyembuhan masih 81 orang terakumulasi, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkonfirmasi ada 11 orang berhasil di Buleleng, 1 orang dirujuk ke Denpasar dan 7 orang yang baru saja memulai di Denpasar oleh GTPP Provinsi Bali,” ujar Suyasa.

Orang terkonfirmasi positif di luar PDP terdiri dari 9 Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 78 OTG. Selain itu, terdapat juga 2 PDP yang belum terkonfirmasi, 191 OTG yang disetujui karantina mandiri, dan 1 OTG yang diterjemahkan di RS Pratama Giri Emas.

Terakhir dipaparkan oleh Suyasa, ada 170 orang pengganti perjalanan dari wilayah terjangkit, antara lain 154 orang pekerja kapal pesiar, 5 orang TKI lainnya, 1 orang datang dari perjalanan luar negeri, dan 10 orang datang dari wilayah angkutan lokal di Indonesia.

(TiR).-

Pos terkait