Teroris ISIS Mengonfirmasi Bertempur Bersama Tentara Bayaran yang Dipimpin Saudi di Marib Yaman

  • Whatsapp
Militan di jajaran ISIS di Yaman ( Foto : Manar TV)

Jurnalpatrolinews – Marib : Kelompok teroris ISIS telah secara terbuka mengkonfirmasi bahwa anggotanya bertempur bersama tentara bayaran yang didukung Saudi melawan tentara Yaman dan pasukan dari Komite Populer di provinsi Marib.

Selama beberapa minggu terakhir, Marib telah menjadi tempat operasi besar oleh pasukan sekutu Yaman yang berusaha keras untuk merebutnya kembali dari pasukan yang setia kepada bekas pemerintah yang didukung Saudi.

Bacaan Lainnya

Dalam pernyataan singkat pada hari Rabu, ISIL mengumumkan telah melakukan operasi terhadap Houthi Yaman (nama lain yang merujuk pada pasukan sekutu) di provinsi Marib, menewaskan dan melukai sejumlah dari mereka.

Perkembangan baru datang setelah pasukan revolusioner sekutu Yaman melancarkan serangan besar untuk merebut kembali Marib, yang dianggap sebagai benteng terakhir pasukan yang didukung Saudi di Yaman utara.

Kemajuan mereka telah menimbulkan kekhawatiran dalam koalisi pimpinan Saudi dan sekutu mereka, termasuk AS. Pada hari Selasa, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price meminta Houthi untuk menghentikan serangannya dan mengakhiri serangan balasan di Arab Saudi.

Ansarullah, sayap politik revolusioner Yaman, menekankan bahwa seruan tersebut membuktikan dukungan AS untuk elemen teroris di Marib.

Oktober lalu, Kementerian Luar Negeri Yaman yang berbasis di Sanaa mengatakan bahwa milisi yang setia kepada buronan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi bekerja sama dengan teroris al-Qaeda dan ISIS.

Kementerian, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan PBB, menguraikan operasi pembersihan yang dilakukan oleh pasukan sekutu Yaman melawan sel-sel teror Al-Qaeda dan ISIS di provinsi tengah Bayda.

Surat itu mengatakan ada warga negara asing, sebagian besar warga negara Saudi, di antara komandan militan dan pejuang yang tewas dalam operasi Yaman. Sejumlah besar senjata, bom dan sabuk peledak juga disita, kata surat itu.  (***/. dd – mnrtv)

Pos terkait