TNI Kawal Penanganan Covid-19 di 10 Wilayah Prioritas

  • Whatsapp
Komunikasi internal itu dilakukan setiap pagi untuk memastikan penanganan Covid-19 di wilayah-wilayah prioritas berjalan baik.

JurnalPatroliNews – Jakarta, Kepala Satuan Angkatan Darat (KSAD) TNI sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Andika Perkasa mengaku terus memantau penanganan Covid-19 dengan menjalin komunikasi dengan jajarannya.

Hal serupa juga dilakukan dengan tenaga kesehatan di 95 Rumah Sakit Angkatan Darat yang menjadi area pantauannya. Komunikasi internal itu dilakukan setiap pagi untuk memastikan penanganan Covid-19 di wilayah-wilayah prioritas berjalan baik.

Bacaan Lainnya

“Komunikasi 10 Panglima Kodam jadi titik berat operasi sekarang setiap pagi dan pantau rumah sakit Angkatan Darat yang tersebar di Indonesia,” ujar Andika di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, dikutip dari laman resmi #SatgasCovid19, Selasa (13/10).

Selain mengawasi implementasi penerapan protokol kesehatan, pihaknya juga mengawal ketersediaan 20 laboratorium PCR yang didukung oleh BNPB, serta rapid test berbasis antigen dan 17 laboratorium yang didukung oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Andika menyebut, pihaknya mengerahkan sebanyak 62 ribu jajaran anggota TNI Angkatan Darat dalam penegakkan protokol kesehatan.

Para anggota TNI ini bersinergi dengan Polri, Satpol PP, dan Kejaksaan dalam Operasi Yustisi Penerapan Protokol Kesehatan di Tanah Air.

Protokol Kesehatan Umum

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo mengakui bahwa penerapan protokol kesehatan yang secara umum mencakup aktivitas #pakaimasker #jagajarakhindarikerumunan dan #cucitanganpakaisabun di antara masyarakat masih perlu ditingkatkan.

Dia juga menyinggung aksi kerumunan massa yang terjadi belakangan ini akibat unjuk rasa menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Doni mengaku sangat khawatir dengan kerumunan massa tersebut. Pasalnya, proses penularan Covid-19 berpindah dengan mudah, sedangkan obat atau vaksin belum sepenuhnya selesai.

“Dan dalam kerumunan manusia itu, tidak bisa dipastikan bahwa semuanya dalam kondisi aman [negatif dari Covid-19],” ujar Doni yang juga merupakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Lebih lanjut, Doni mengungkapkan data menarik dari Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta 2 bulan lalu. Sebanyak 7 persen pasien adalah orang tak pernah aktivitas di luar rumah.

Artinya, mereka yang disiplin menjalankan protokol kesehatan tanpa keluar rumah pun tetap berisiko terpapar Covid-19.

“Bayangkan orang yang sudah disiplin akhirnya terpapar Covid-19 dari anggota keluarga yang sering beraktivitas di luar rumah. Kerumunan itu berpotensi menimbulkan Covid-19, dampaknya sangat fatal terutama bagi kelompok rentan, yakni lansia di atas 60 tahun,” ujar Doni.

(cnn)

Pos terkait