Tokoh Muslim Papua Minta Otsus Dilanjutkan, “Kita Sudah Lihat Perubahannya”

  • Whatsapp

Jurnalpatrolinews – Jayapura : Didasari semangat membangun Papua menjadi daerah yang sejahtera, berbagai tokoh muslim asli Papua meminta masyarakat Papua untuk tidak terburu-buru dalam menstigma keberlangsungan otsus dengan berbagai opini yang merugikan.

Para tokoh asli Papua dalam kesempatannya telah menyepakati dukungan dan keberlangsungan kebijakan otsus di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan dalam kegiatan Talk Show dengan topik Kebangsaan dalam Perspektif Tokoh Muslim Papua yang dihelat oleh Fakultas Syariah IAIN Fattahul Muluk Papua di Jayapura, Papua. (12/11)

Ketua MUI Provinsi Papua KH. Saiful Islam Al Payage dalam kesempatan tersebut menyebut sudah selayaknya orang Papua mendukung keberlangsungan otsus, meski dalam penerapannya tidak begitu sempurna namun tidak bisa pungkiri bahwa otsus telah memberi kesejahteraan pada beberapa sektor penting dan mendongkrak kecakapan orang Papua.

“Saya sampaikan bahwa otsus tetap dilanjutkan, dengan catatan perlunya dilakukan upaya rekonstruksi, karena otsus adalah kebijakan dari pemerintah pusat agar orang Papua bisa bersaing dengan saudaranya diluar Papua,” ujar Ketua MUI.

Namun kata KH Saiful, pelaksanaan otsus yang telah berlangsung hampir dua puluh tahun masih menyisakan kekurangan yang harus dievaluasi. Pihaknya juga menilai bahwa kelompok penolak otsus terlalu membesar-besarkan perkara yang ada.

“Saya katakan juga bahwa anggapan otsus berakhir lalu Papua Merdeka, tidak semudah itu. Merdeka tidak segampang itu,” ucapnya.

Sementara Thoha Al Hamid, tokoh Muslim Papua yang juga merupakan pengurus KAHMI Papua turut menyampaikan hal yang senada. Menurutnya kelompok penolakan Otsus hanya dijadikan sebagai tameng pelindung dari elit Papua yang telah menghabiskan dana Otsus itu tanpa bisa dipertanggung jawabkan.

“Karena elit politik di Papua tidak mau diperiksa terkait penggunaan dana otsus, maka mereka membuat siasat. Salah satunya menyuruh kelompok Papua merdeka untuk memaksa kehendak dengan tujuan tolak otsus,” ungkap Thoha.

Thoha yang juga merupakan tokoh dalam perumusan otsus, meminta semua masyarakat Papua untuk bisa melihat realita yang terjadi. otsus sudah memberikan perbaikan kesejahteraan dan menempa orang Papua untuk kebaikan. Pihaknya juga menegaskan bahwa orang Papua sengaja dimanfaatkan sebagai politik baku tipu (baca: kalimat orientasi kebohongan).

“Kita hidup harus realistis, cara orang berjalan itu juga harus lihat buka mata lebar-lebar. Sekolah untuk makin pintar, jadi otak dipakai untuk melihat perkembangan. Mengapa saat ini sudah ada hasilnya tapi ditolak? Saya berharap nantinya otsus berlanjut dengan berbagai evaluasi dan pertimbangan,” tutupnya.  (Ind Paper)

Pos terkait