Tokoh Papua Minta Natalius Pigai Jangan Provokasi

  • Whatsapp

Jurnalpatrolinews – Jayapura :

YESUS KRISTUS MENGAJARKAN CINTA KASIH YANG DAMAI

Bacaan Lainnya

Memang, tidak ada yang membenarkan perilaku rasis, termasuk Ambrosius Nababan yang melontarkan pernyataan pahit kepada Natalis Pigai. Yang perlu menjadi pedoman adalah tentang menanamkan kesadaran dalam diri bahwa setiap manusia harus mendambakan kedamaian.

Sebagai pegiat media sosial, perlu kita sadari bahwa DAMPAK YANG DITIMBULKAN LEWAT MEDIA SOSIAL SANGATLAH BIAS, sebab setiap penggunanya memiliki perspektif yang berbeda-beda. Kita harus  saling menjaga dampak buruk dengan tidak mudah terhasut atau menghasut. Terlebih oleh mereka yang didaulat sebagai tokoh publik.

Meskipun demikian, perlu menjadi sebuah catatan juga bahwa dari lini masa di media sosial seorang Natalis Pigai selalu mencoba mendorong perbedaan dan upaya provokasi. Berdalih kritik, sejatinya aksi yang disampaikannya lebih mengarah pada upaya perlawanan terhadap pemerintahan.

Kita mudah mengkritik orang lain namun tak semudah mengintrospeksi diri sendiri. Pandangan-pandangan yang dilakukan Natalis Pigai dalam membangun negeri perlu dipertanyakan. Sudah sejauh apa kontribusinya membangun bangsa, atau mendorong kemajuan yang lebih baik bagi tanah kelahirannya? Atau Natalius hanya bisa melontarkan kritik tanpa menyertakan alasan dan solusi? Apakah semua kritikannya hanya untuk kepentingannya?

Terlepas dari persoalan Natalis Pigai dengan Ambrocius Nababan, Mengapa kita harus terhasut dengan seruan kebenciannya? Tidakkah kita semua sama?

Jokowi memang bukan Orang Asli Papua (OAP), tidak keriting rambutnya atau hitam kulitnya, tapi sejauh republik ini berdiri, belum ada yang seberani Jokowi dalam mengangkat jati diri orang Papua, belum ada yang bisa menandingi kecintaan Jokowi kepada saudaranya di Papua.

Jokowi telah mengajarkan kepada kita bahwa Papua adalah bagian tak terpisahkan dari Indonesia yang harus didukung kesejahteraannya untuk kemajuan bangsa Indonesia seutuhnya. Adat dan budaya bangsa Papua lebih lekat dikenal lewat kehidupan yang penuh cinta dan kasih, seperti yang diajarkan oleh Yesus Kristus sang Juru Selamat. Maka tidakkah kritik yang didasari pada amarah dan dendam akan menjadikan manusia saling berjauhan. Mari merawat kehidupan yang lebih baik, serta membangun negeri yang damai.

SERAHKAN PERSOALAN INDIVIDU ANTARA NATALIS PIGAI DENGAN AMBROCIUS NABABAN KEPADA PIHAK KEPOLISIAN, KITA DUKUNG PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU RASIS.

TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA

Franz Korwa, 24 Januari 2021

(Ind Paper)

Pos terkait