Tolak Deklarasi KAMI Di Surabaya, FORSATU Siap Menumpahkan Darah

  • Whatsapp
Ketua DPD GKNI Jatim

Jurnalpatrolinews – Surabaya : Forum Surabaya Bersatu (FORSATU) menyatakan sikap untuk menolak keras keberadaan KAMI, terkait akan ada Deklarasi Kesatuan Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya.

Ketua DPD GKNI Jatim Ir. Didik Muadi mengatakan, KAMI adalah organisasi yang didalamnya adalah intoleran. Mereka seakan-akan membela negara, tapi kenyataannya mereka adalah orang-orang selalu membuat intoleran.

Bacaan Lainnya

Jadi FORSATU dari 65 organ ini akan menghadang di Surabaya khususnya Jawa Timur pada umumnya untuk tidak menerima keberadaan KAMI di Jawa Timur maupun di Surabaya.

Didik juga menyampaikan, gerakan-gerakan FORSATU selanjutnya yaitu akan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun TNI, agar mereka tidak diperbolehkan untuk deklarasi KAMI.

Kita semua ini menolak keras dan bersosialisasi agar Surabaya ini kondusif, karena dalam bulan-bulan ini akan ada pesta demokrasi, kalau Surabaya tidak kondusif akan sangat membahayakan.

“Apalagi sekarang ini kita sedang dihadapkan dengan virus corona yang sudah menyengsarakan masyarakat semua dunia, khususnya di Surabaya. Dan sekarang Surabaya sudah berada di titik yang sangat bagus, ini harus kita pertahankan,” ujarnya

Menurut Didik, kalau KAMI tetap memaksa deklarasi, FORSATU akan menghadang dan FORSATU siap menumpahkan darah, karena kami tidak pernah takut sebagai warga negara.

Negara kami negara panjenengan semua ini apabila dikoyak-koyak oleh orang yang tidak bertanggung jawab, ayo bersama-sama menjaga, karena Presiden dan wakil Presiden itu pilihan rakyat bukan pilihan orang-orang yang tidak benar.

FORSATU bukan orangnya pak Jokowi atau Kyai Ma’ruf Amin, tapi kami adalah bangsa Indonesia. Jadi tidak perlu kami takut.

“Saya menghimbau kepada masyarakat Surabaya khususnya, Jawa Timur umumnya untuk selalu menjaga keadaan kondusif kita, agar tidak terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ayo kita bersatu agar Surabaya kondusif,” pungkasnya.  (metrotimes)

Pos terkait