Trump Mau Tarik Pasukan AS dari Afganistan dan Irak Sebelum Joe Biden Dilantik

  • Whatsapp
Seorang Marinir AS (tengah) berbicara dengan tentara Tentara Nasional Afganistan (ANA) selama pelatihan di provinsi Helmand, Afganistan, 5 Juli 2017. [REUTERS / Omar Sobhani]

JurnalPatroliNews – Jakarta – Komandan militer AS mengatakan mereka mengantisipasi rencana Presiden Donald Trump untuk memulai penarikan pasukan AS dari Afganistan dan Irak sebelum Trump meninggalkan jabatannya pada 20 Januari atau ketika Joe Biden dilantik, menurut dua pejabat AS yang akrab dengan rencana tersebut.

Pentagon telah mengeluarkan pemberitahuan kepada para komandan yang dikenal sebagai “perintah peringatan” untuk mulai merencanakan penarikan jumlah tentara di Afganistan menjadi 2.500 tentara dan 2.500 di Irak pada 15 Januari, kata para pejabat itu, dilaporkan CNN, 17 November 2020. Saat ini terdapat sekitar 4.500 tentara AS di Afganistan dan 3.000 tentara di Irak.

Bacaan Lainnya

Pentagon dan Gedung Putih belum berkomentar terkait pengungkapan ini.

Namun, tim Pentagon yang baru dirombak Presiden Donald Trump belum mengisyaratkan penarikan segera semua pasukan AS dari Afganistan, meningkatkan ekspektasi di antara para pejabat AS dan sekutu bahwa Trump mungkin menerima pengurangan parsial sebelum meninggalkan jabatan kepresidenan, menurut laporan Reuters.

Trump memecat menteri pertahanannya, Mark Esper, dan menunjuk pejabat tinggi Pentagon lainnya pekan lalu setelah kekhawatiran lama bahwa perintahnya tidak direspons cepat oleh Departemen Pertahanan.

Perintah Trump termasuk mengakhiri keterlibatan pasukan AS yang telah 19 tahun berada di Afganistan sebelum Natal, sebuah target ambisius yang disambut baik oleh para kritikus Perang Afganistan, yang merupakan perang terlama Amerika Serikat.

Tetapi para kritikus Trump mengatakan penarikan pasukan yang tergesa-gesa terlalu ceroboh karena masih ada kekerasan militan yang terjadi di Afganistan.

Presiden Donald Trump menyampaikan pidato kepada pasukan AS, dengan Presiden Afganistan Ashraf Ghani berdiri di belakangnya, selama kunjungan mendadak ke Pangkalan Udara Bagram, Afganistan, 28 November 2019. [REUTERS / Tom Brenner]
Afganistan disebut dalam pidato pelaksana tugas Menteri Pertahanan Christopher Miller, pengganti Esper, kepada staf pertahanan dan kepala pertahanan sekutu AS, kata seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan kepada Reuters.

Tetapi pejabat itu, berbicara setelah panggilan telepon dengan sekutu, menyarankan bahwa Trump tidak akan mendorong penarikan lebih cepat dari yang diizinkan oleh kondisi di lapangan.

Sementara keputusan untuk menarik pasukan tambahan dari Irak datang ketika pemerintahan Trump telah bergerak untuk mengurangi sisa militer AS di sana dalam beberapa bulan terakhir.

Komandan AS di Timur Tengah mengumumkan penarikan pasukan AS di Irak dari 5.200 menjadi 3.000 pada bulan September.

Pada bulan Maret, pasukan AS mulai menarik diri dari pangkalan militer di seluruh Irak, menyerahkannya kepada mitra keamanan Irak. Pada saat itu, pejabat Pentagon bersikeras bahwa penyerahan pangkalan itu adalah bagian dari konsolidasi yang telah direncanakan sejak lama yang mencerminkan keberhasilan perjuangan anti-ISIS, dan bukan kekhawatiran atas serangan roket yang sedang berlangsung oleh milisi proksi terkait Iran.

Militer AS mengirim pasukan ke Afganistan pada tahun 2001 setelah serangan 9/11, yang dilakukan al Qaeda. Ribuan tentara Amerika dan sekutunya tewas dalam pertempuran di Afganistan sejak itu.

Beberapa pejabat militer AS, mengutip prioritas kontra-terorisme AS di Afganistan, secara pribadi mendesak Trump agar tidak mengurangi personel sampai titik nol dan ingin mempertahankan jumlah pasukan AS di angka 4.500 personel saat ini.

(tmp)

Pos terkait