Trump Minta Bantuan China Untuk Menangkan Pilpres 2020?

 23 dibaca,  2 dibaca hari ini

JurnalPatroliNews – Jakarta,  – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencari bantuan Presiden China Xi Jinping untuk dapat kembali memenangkan pemilihan umum presiden AS yang akan digelar pada November mendatang. Hal itu terungkap dalam buku karya John Bolton yang berjudul “The Room Where It Happened: A White House Memoir” yang akan rilis pada 23 Juni mendatang.

Bolton merupakan mantan penasihat keamanan AS. Menurut pengakuan Trump pada September 2019 lalu, Bolton meninggalkan jabatan tersebut setelah dipecat olehnya. Trump mengungkapkan hal tersebut melalui postingan Twitter. Namun Bolton membantah hal itu dan mengatakan dirinya telah yang mengundurkan diri.

“Trump kemudian, secara menakjubkan, mengalihkan pembicaraan ke pemilihan presiden AS yang akan datang, menyinggung kemampuan ekonomi China dan memohon kepada Xi untuk memastikan dia menang,” tulis Bolton dalam bukunya, sebagaimana diungkapkan Reuters.

Kabar Trump mencari bantuan dari Xi untuk menangkan pemilu itu muncul di saat hasil jajak pendapat Reuters / Ipsos terbaru, menunjukkan bahwa Trump telah kalah populer ketimbang lawannya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Biden kini unggul 13% dibandingkan Trump berdasarkan hasil jajak pendapat itu.

“Dalam jajak pendapat 10-16 Juni, 48% pemilih terdaftar mengatakan mereka akan mendukung Biden, calon yang diperkirakan akan diusung Demokrat dalam pemilihan 3 November, sementara 35% mengatakan mereka akan mendukung Trump,” tulis Reuters, Kamis (18/6/2020).

Selain mengungkapkan soal Trump yang meminta bantuan Xi, dalam bukunya Bolton juga mengatakan bahwa Trump telah menyatakan keinginan untuk menghentikan penyelidikan kriminal untuk memberikan “bantuan pribadi kepada diktator yang disukainya” itu.

Menanggapi kabar ini, Trump marah besar. Ia menyebut Bolton sebagai “pembohong” dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal. Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Trump mengatakan bahwa Bolton telah melanggar hukum dengan memasukkan materi yang sangat rahasia dalam buku itu.

Pemerintah AS, sementara itu, telah menuntut untuk melarang terbit buku Bolton tersebut dengan alasan risiko keamanan nasional. Pemerintah juga sedang mengupayakan untuk menggelar sidang pengadilan pada hari Jumat.

Penerbit buku itu, Simon & Schuster telah menolak tuntutan itu dan mengatakan bahwa ratusan ribu eksemplar dari buku tersebut telah didistribusikan.

[cnbc]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *