Wow..! Utang Luar Negeri Pemerintah Dan Swasta Turun Ke Beberapa Negara, Ke China Dan Hongkong Naik!

Ilustrasi

JurnalPatroliNews – Jakarta,- Berdasarkan data Bank Indonesia, Utang Luar Negeri (ULN) per akhir Maret, tercatat sebesar US$ 411,5 miliar. Itu berarti, ULN turun 1,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bulan sebelumnya, ULN turun 1,31%.

Secara umum, ULN Pemerintah tercatat sebesar US$ 196,25 miliar, turun 3,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Sementara, ULN swasta per akhir Maret tercatat sebesar US$ 206,36 miliar, turun 1,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dibandingkan bulan sebelumnya, utang swasta turun 0,27%.

Bacaan Lainnya

Meskipun turun, utang dari sejumlah Kreditor terutama China mengalami kenaikan. Utang dari kreditor China per Maret tercatat sebesar US$ 22,01 miliar.  Sebelumnya, utang dari kreditor China per Maret 2021 lalu, tercatat sebesar US$ 21,30 miliar. Sementara, per Februari 2022 sebesar US$ 20,82 miliar.

Secara nominal, utang dari kreditor China dan melesat dibandingkan bulan Februari 2022

Secara nominal, utang dari kreditor China bertambah US$  10,8 triliun, meningkat 3,3% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan per Maret 2021 lalu. Dibandingkan Februari 2022, utang dari kreditor China bertambah US$ 1,19 miliar atau bertambah Rp 16,9 triliun, naik 3,8% dalam sebulan (month to month/MtM).

Selain itu, dari kreditor Hong Kong, pada Maret tahun ini, Kong tercatat sebesar US$ 16,85 miliar. Jumlah tersebut melesat dibandingkan Maret 2021 sebesar US$ 14,25 miliar, akan tetapi turun dibandingkan Februari 2022 sebesar US$ 16,97 miliar.

lonjakan utang dari kreditor China dan Hong Kong, berbanding terbalik dengan sejumlah Negara seperti Singapura, Jepang, serta Amerika Serikat.

Per Maret tahun ini, utang dari kreditor swasta Singapura, tercatat sebesar US$ 60,94 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 68,21 miliar, maupun pada bulan Februari 2022 sebesar US$ 62,15 miliar.

Utang dari kreditor Amerika Serikat tercatat sebesar US$ 31, 83 miliar per Maret 2022, berarti turun dibandingkan Maret 2021 sebesar US$ 31,42 miliar, maupun Februari 2022 sebesar US$ 31,85 miliar.

Sementara Utang dari kreditor Jepang tercatat sebesar US$ 25,76 miliar, turun dibandingkan Maret 2021 sebesar US$ 27,19 miliar, ataupun pada bulan Februari 2022 sebesar US$ 26,76 miliar.

Pos terkait