Grup Sandi Uno Perlahan Cabut, Saham Aneka Gas Jeblok Terus!

  • Whatsapp
Sandiaga Uno/ Twitter @sandiuno

JurnalPatroliNews – Jakarta, — Harga saham PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) melorot pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis ini (4/2/2021) di level Rp 1.335/saham, koreksi 5,32% dari perdagangan hari sebelumnya.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi perdagangan saham emiten gas industri ini sebesar Rp 44,02 miliar dan volume perdagangan 32,22 juta saham.

Bacaan Lainnya

Investor asing melepas saham ini sebanyak Rp 4,18 miliar, dalam sepekan asing jualan Rp 52,43 miliar, dan 30 hari perdagangan terakhir asing juga net sell Rp 277 miliar di pasar reguler.

Dalam sepekan terakhir saham AGII memang minus 4,20% dan sebulan terakhir juga koreksi 35% dengan kapitalisasi pasar Rp 4,09 triliun.

Sebelumnya ada satu sentimen yang mewarnai pergerakan saham AGII. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (AGII), sebagai salah satu pemegang saham, melepas 17.000.400 atau 17 juta saham AGII di harga penjualan Rp 1.950/saham sehingga mengantongi dana Rp 33,15 miliar.

Penjualan dilakukan dalam dua kali yakni 20 Januari 2021 sebanyak 14.067.400 saham dan 21 Januari 2021 sebanyak 2.933.000 saham.

“Tujuan transaksi divestasi langsung,” tulis manajemen SRTG, diwakili Divisi Hukum dan Sekretariat Perusahaan Juan Akbar Indraseno, dalam keterbukaan informasi di BEI.

Dengan penjualan ini saham perusahaan tersisa menjadi 240366.140 atau 7,84% dari sebelumnya 257.366.540 saham (8.39%).

SRTG merupakan salah satu perusahaan investasi yang terdiversifikasi. SRTG memiliki sejumlah saham baik di perusahaan publik maupun non-publik yang bergerak di sektor sumber daya alam seperti pertanian, pertambangan, sektor konsumen hingga infrastruktur.

Selain AGII, Saratoga punya saham PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), dan PT Provident Agro Tbk (PALM).

Sampai dengan September 2020, Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) masih mengusai 21,51% saham SRTG. Bersama dengan Edwin Suryadjaya (putra pendiri Grup Astra mendiang William Soeryadjaya), sebanyak 33,1% dan 32,72% sisanya dimiliki oleh PT Unitras Pertama.

[cnbc]

Pos terkait