Hanya 7% yang Didaur Ulang, 11% Terbuang Ke Laut, Bali Produksi Sampah Plastik 829 Ton Per Hari

  • Whatsapp
Ilustrasi/Net

JurnalPatroliNews – Denpasar – Organisasi lingkungan hidup non-profit, Systemiq, yang selama ini fokus pada permasalahan sampah plastik, menemukan bahwa produksi sampah plastik di Bali mencapai 829 ton per hari. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang berhasil didaur ulang.

“Berdasarkan riset kami, 829 ton sampah plastik diproduksi di Bali setiap hari. Dari seluruh sampah plastik hanya 57 ton (7 persen) berhasil didaur ulang, sementara 89 ton (11 persen) terbuang ke saluran air dan mencapai laut,” kata Program Manager Systemiq, Lincoln Rajali Sihotang, dalam sebuah webinar, Jumat (19/2/2021).

Bacaan Lainnya

Selain melakukan riset, pihaknya mencoba melakukan pemetaan sampah dan kondisi di berbagai lokasi, seperti melihat pola perilaku masyarakat di lokasi tertentu, kondisi jaringan sungai, pola timbunan sampah di lokasi, dan sebagainya. Data ini ke depannya diharapkan bisa digunakan untuk menentukan pendekatan yang tepat untuk pengolahan sampah yang lebih terarah.

Presiden Direktur Danone-AQUA, Corine Tap, mengatakan, sesuai data terbaru National Plastic Action Partnership yang dirilis pada April 2020, volume sampah plastik di tahun 2020 mencapai 6,8 juta ton dan tumbuh sebesar 5 persen setiap tahunnya. Upaya yang dapat dilakukan industri untuk mencapai target pemerintah Indonesia dalam mengurangi sampah plastik di laut sampai 70 persen di tahun 2025 dapat dilakukan melalui pendekatan yang holistik seperti mulai dari inovasi kemasan, pengumpulan sampah plastik dan edukasi konsumen.

“Danone-AQUA menyadari fakta bahwa sistem pengelolaan sampah di Indonesia masih terlalu kompleks, dan menjadi perusahaan pertama yang menyatakan jika permasalahan ini hanya dapat diselesaikan melalui usaha keras dan kolaborasi multipihak,” kata dia.

Head of Climate & Water Stewardship Danone, Ratih Anggraeni, mengatakan kini pihaknya menghadirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah, mulai dari kolaborasi dengan komunitas lokal hingga pembangunan fasilitas daur ulang.

“Kami juga berkomitmen untuk memanfaatkan material yang terkumpul, sebagai bahan baku kemasan atas produk air minum yang kami gunakan sehingga tidak berpotensi mencemari lingkungan,” terangnya.

Ratih menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk menggunakan 100 persen kemasan sirkular di tahun 2025. Untuk merealisasikan hal ini, perusahaannya terus melakukan riset untuk dapat menyediakan hidrasi sehat bagi masyarakat Indonesia dengan mengeliminasi dampak sampah plastik di masa kini dan masa depan.

“Kami luncurkan di Bali produk terbaru Danone-AQUA yang menggunakan kemasan 600 ml dan 100% terbuat dari ecycled PET atau plastik PET daur ulang sebagai jawaban atas permasalahan sampah plastik di Bali sekaligus edukasi konsumen mengenai ekonomi sirkular,” terangnya.

(*/lk)

Pos terkait