Masih Berproses, ESDM Bakal Ubah Formula Harga Batu Bara RI, Ini Alasannya

JurnalPatroliNews –┬áJakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan pihaknya bakal mengevaluasi formula pembentuk harga batu bara acuan atau HBA yang berlaku saat ini.

Pasalnya, HBA yang diperoleh dari empat indeks yang digunakan pemerintah mempunyai gap yang tinggi. “Kita lagi lakukan evaluasi karena sebelumnya kita memang sudah pakai empat indeks, ternyata empat indeks ini gap nya terlalu tinggi. Tapi kan kita maunya sebetulnya realitasnya gimana. Nanti ini dalam tahap evaluasi,” ujar Arifin saat ditemui di Gedung DPR, Selasa (24/1/2023).

Seperti diketahui, HBA sendiri merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal/kg GAR, Total Moisture 8%, Total Sulphur 0,8%, dan Ash 15%.

Nantinya, harga ini akan digunakan secara langsung dalam jual beli komoditas batu bara (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel).

Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batu Bara Ing Tri Winarno beberapa waktu lalu juga mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi formula pembentuk harga batu bara acuan atau HBA.

Hal tersebut merespon pelaku usaha yang menilai harganya tidak sesuai dengan yang ada saat ini.

Di samping itu, pihaknya juga tengah melakukan cross check untuk memastikan benar atau tidaknya yang dikeluhkan para pengusaha.

Bahkan pemerintah bakal berguru ke China hingga India terkait evaluasi HBA. “Kita check bener atau engga sih (harga tidak sesuai), makanya kita ke India ke China untuk sebetulnya seperti apa yang pas seperti itu,” ujar dia saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Rabu (11/1/2023).

Oleh sebab itu, ia belum dapat memastikan kapan proses evaluasi selesai. Mengingat, hingga kini masih berproses.

Kementerian ESDM mencatat bahwa Harga Batu Bara Acuan (HBA) Indonesia pada Januari 2023 mengalami kenaikan hingga 8,43% menjadi US$ 305,21 per ton dari bulan Desember 2022 yang hanya mencapai US$ 281,48 per ton.

Kenaikan harga batu bara itu salah satunya dipicu karena terjadinya gangguan distribusi batubara di Australia sebagai salah satu pemasok batu bara global. “Cuaca bisa menjadi salah satu penyebab meningkatnya HBA. Lonjakan harga batubara Australia yang terjadi saat ini dikarenakan tingginya curah hujan yang menyebabkan terkendalanya angkutan batu bara,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Senin (2/1/2023).

Komentar