Pada Q1-2022, Laba BSD Sulit Tumbuh Tinggi, Ini Penjelasan Direktur Hermawan Wijaya

Dok: sinarmasland

JurnalPatroliNews – Jakarta,- Emiten properti Grup Sinar Mas PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengalami perlambatan pertumbuhan laba bersih dalam tiga bulan pertama 2022.

Hermawan Wijaya, Direktur BSDE menjelaskan, hal itu dikarenakan BSDE tidak mencatatkan pendapatan lain-lain yang signifikan seperti pada 2021.

Bacaan Lainnya

“Tahun lalu, sebagai dampak dari pertumbuhan anorganik berupa akuisisi, BSDE membukukan pendapatan yang cukup signifikan pada akun penghasilan lain-lain. Namun, kami berkeyakinan membukukan perolehan positif hingga akhir tahun 2022, baik pendapatan usaha maupun bottom line,” jelas Hermawan dalam keterbukaan informasi, Senin (9/5/2022).

BSDE mencatat penurunan nilai laba bersih pada kuartal I/2022. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat turun 42,01% secara tahunan (YoY) dari Rp 599,95 miliar menjadi Rp 347,90 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penurunan laba juga terjadi karena beban usaha BSDE melonjak 32,06% YoY dari Rp 476,25 miliar menjadi Rp 628,94 miliar. Pada saat yang sama pendapatan usaha perusahaan naik 21,39% YoY dari Rp 1,669 triliun menjadi Rp 2,026 triliun.

Pada periode yang sama, nilai aset Bumi Serpong Damai melonjak dari Rp 61,47 triliun menjadi Rp 63,13 triliun. Liabilitas yang ditanggung perusahaan naik dari Rp 25,575 triliun menjadi Rp 26,903 triliun pada kuartal I/2022. Ekuitas perusahaan naik dari Rp 35,893 triliun menjadi Rp 36,229 triliun per akhir Maret 2022.

Penurunan laba bersih BSDE membuat laba per saham emiten properti ini turun dari Rp 28,69 per unit menjadi Rp 16,64 per unit pada kuartal I/2022.

Pada tiga bulan pertama 2022 BSDE berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 2,03 triliun. Pencapaian tersebut setara pertumbuhan 21,43% jika dibandingkan periode yang sama pada 2021 yakni Rp 1,67 triliun.

Segmen penjualan lahan, bangunan dan strata title tercatat sebagai segmen dengan kontribusi terbesar yakni 80,01% atau sebesar Rp 1,62 triliun. Apabila dirinci lebih lanjut, 85,17% dari angka perolehan tersebut bersumber dari penjualan lahan dan bangunan yakni sebesar Rp 1,38 triliun.

Segmen penjualan lahan, bangunan dan strata title pada tiga bulan pertama 2022 berhasil tumbuh 20,11% dibandingkan pencapaian tahun lalu yakni Rp 1,35 triliun.

Pos terkait