Ponakan Prabowo Buka-bukaan Belum Pernah Ekspor Benih Lobster

  • Whatsapp
Saraswati Djojohadikusumo

JurnalpatroliNews – Jakarta – Keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Saraswati Djojohadikusumo menegaskan perusahaannya, PT Bima Sakti Mutiara belum pernah melakukan ekspor benih lobster. Sejauh ini dia mengatakan perusahaannya cuma baru dapat izin budi daya lobster.

Dia menjelaskan perusahaannya sampai saat ini baru mendapatkan izin budi daya lobster saja dan baru memulai melakukan hal tersebut. Izin itu diterbitkan 15 Juni dan diajukan sejak bulan Mei.

“Izinnya itu baru untuk budi daya saja itu juga baru keluar 15 Juni tahun ini. Kami ajukan izin budi daya di bulan Mei, jadi kami memang baru mulai,” jelas Saraswati, dalam konferensi pers di bilangan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020).

Justru menurutnya pihaknya malah melepaskan hasil budi daya lobster di awal bulan November.

“Malah tanggal 7 November kami melakukan pelepasliaran, restocking, kami justru menambah stock lobster di Indonesia. Kami lepas liar hasil budi daya di Lombok Timur tanggal 7 November 2020,” kata Saraswati.

Kuasa hukum keluarga Djojohadikusumo, Hotman Paris Hutapea menjelaskan lebih rinci. Dia mengatakan PT Bima Sakti Mutiara mengajukan izin budi daya sejak 5 Mei, kemudian mendapatkan izin pada 15 Juni.

Kemudian perusahaan itu mengajukan diri sebagai calon eksportir pada 25 Juli, namun hingga kini belum bisa dilakukan karena masih ada 4 izin yang belum terbit.

“Jadi saya jelaskan ya ini budi dayanya itu baru didapatkan 15 Juni, itu diajukan 5 Mei. Kemudian pengajuan calon eksportir itu 25 Juli, namun empat sertifikat lagi ini belum terbit, makanya dia belum bisa ekspor,” ungkap Hotman.

Hotman menjelaskan, keempat sertifikat yang dimaksud terkait budi daya lobster, sertifikat instalasi karantina ikan, cara pembibitan yang baik, dan surat penetapan waktu pengeluaran ekspor.

“Empat kelengkapan ekspor dia belum dapat artinya belum punya izin ekspor lengkap. Artinya belum pernah ekspor dan tidak pernah nyogok untuk dapatkan hal itu,” kata Hotman.

[dtk]

Pos terkait