Jumat, 25 Januari 2019 21:21 WIB

BOLA NASIONAL

Kemenpora : Jangan Sampai PSSI Hanya Dijadikan Panggung

E. Wardiyanto - jurnalpatrolinews
Kemenpora : Jangan Sampai PSSI Hanya Dijadikan Panggung Foto : Gatot. S Dewa Broto

JURNALPATROLINEWS - Kasus pengaturan skor yang terjadi di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) seharusnya menjadi momentum pembenahan organisasi itu secara menyeluruh. Kementerian Pemuda dan Olahraga mendorong agar PSSI menggunakan momentum itu untuk betul-betul melakukan pembenahan secara mendasar.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot. S Dewa Broto mengatakan sorotan publik sudah sangat tinggi terhadap kasus mafia skor tersebut. Di tambah lagi prestasi yang buruk dan kompetisi yang tidak konsisten, seharusnya membuat PSSI berbenah.

Ia menuturkan, pemerintah meminta PSSI melakukan sejumlah pembenahan diantaranya mengikuti prinsip dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) seperti tidak boleh lagi ada perturan skor. FIFA mendorong PSSI betul-betul konsisten terhadap prinsip-prinsip yang dipegang.

“Lalu kami juga mendorong adanya pembinaan usia dini, dan siapapun yang duduk di kepengurusan orang-orang yang betul-betul berkomitmen membenahi sepak bola Indonesia. Jangan sampai PSSI hanya panggung, menjadi pengurus di PSSI tapi tidak ada kontribusi yang signifikan” tutur Gatot ketika dihubungi, hari ini.

Terkait adanya wacana bahwa sebaiknya dilakukan Kongres Luar Biasa untuk mereformasi PSSI, Gatot menyampaikan hal itu dimungkinkan tetapi sangat tergantung pemilihan dari PSSI. Pemerintah, imbuhnya, tidak bisa mendesak agar PSSI melangsungkan kongres luar biasa.

“Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak dapat campur tangan urusan itu, namun apabila ditanya memilih status sekarang atau KLB, betul-betul pembenahan secara reformis,” tegasnya.

Ketika ditanya mengenai banyaknya tokoh yang mengaku siap memimpin PSSI, salah satunya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Gatot menyampaikan bahwa sebaiknya orang yang memimpin PSSI tidak berafiliasi dengan partai politik.

“Siapapun pejabatnya boleh, tapi latarbelakangnya jangan partai. Supaya fokusnya ialah tentang sepak bola,”tukasnya.


KOMENTAR