JPNews
Sabtu, 19 Januari 2019 20:45 WIB

BOLA NASIONAL

Persiapan Kongres PSSI 2019 Di Bali Telah Rampung

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
Persiapan Kongres PSSI 2019 Di Bali Telah Rampung Foto : Sekjen PSSI Ratu Tisha, saat ditemui di area Kongres Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (19/1/2019).

JurnalPatroliNews BADUNG – Satu hari menjelang Kongres PSSI 2019 yang akan diadakan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (20/1/2019), persiapan kongres telah rampung.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha menyampaikan, untuk persiapan kongres sudah 100 persen. Hari ini, para delegasi dan observer sudah datang. Di kongres ini para delegasi agar registrasi online terlebih dahulu.

"Jadi persiapan sudah lebih baik dari tahun yang lalu dimana delegasi yang datang mendaftar secara manual dan membawa surat mandat. Tapi (sekarang) ini sudah diregistrasi dengan sistem barcode untuk masuk dalam sidang kongres. Jadi mulai registrasi, akreditasi kita jaga lebih baik untuk perserta kongres," ucapnya, Sabtu (19/1/2019) sore.

Tisha juga menjelaskan, untuk materi kongres, sudah cukup muktahir dengan membuat satu set buku aktivitas PSSI selama tahun 2018 sebanyak 268 halaman.

Dalam buku satu set itu, ada dua dokumen penting. Pertama laporan aktivitas PSSI sebanyak 268 halaman karena di tahun 2018 mengadakan banyak sekali aktivitas.

"Motivasinya untuk pemulihan organisasi setelah PSSI tertidur cukup lama, dilanda konflik cukup lama, saatnya di tahun 2019 kita bangkitkan reputasi internasional dengan mengadakan 10 event internasional dan juga kursus-kursus pelatihan yang meningkat 3 kali lipat," ujar Tisha.

Kemudian, adalah program 2019 yang nanti diputuskan dalam dengan stakeholder internasional dan juga pemerintah.

"Hal itu, melanjutkan dari program 2018 yang ada dari program 2019 ini, sesuai visi PSSI tahun 2045, 2018 dan 2019 adalah fase pemulihan organisasi. Artinya pemulihan secara struktural, pemulihan secara aturan-aturan organisasi, dan secara sistem, skema pembinaan usia muda," jelas Tisha.

Menurut Tisha, salah satu program andalan PSSI di tahun 2019, adalah berjenjangnya elektro akademi dari U-16, U-18 dan U-20. Kemudian nantinya anak-anak U-16 yang terbaik akan dipilih mengikuti program Garuda Select yang saat ini sudah berlatih di Inggris.

"Ini adalah fondasi pembetukan best player atau indentifikasi best talent, untuk menuju visi PSSI di Olimpiade 2024. Yang kita persiapkan dari 6 tahun sebelumnya," ujarnya.

Terkait persoalan pengaturan skor yang kini menjadi permasalahan di tubuh PSSI. Tisha menjelaskan, bahwa persoalan tersebut sudah ada programnya.

"Jangankan di kongres 2019, di kongres 2018 juga ada salah satu programnya mengenai area integritas dan itu masuknya di area peraturan organisasi. Jadi ini dibahas dalam satu-kesatuan program 2019. Sejak kongres 2018 pun sudah ada area program kerja itu," ujarnya.

Ratu Tisha menuturkan, untuk menuntaskan persoalan mafia pengaturan skor, pihaknya bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengidentifikasi potensi kecurangan pertandingan.

"Nantinya telah dibahas juga oleh AFC dan Kepolisian RI lewat meeting Minggu lalu. Dan itu merupakan satu pijakan dan bagian besar dari seluruh program 2019. Kita sebagai organisasi olahraga akan melakukan semestinya kita akan lakukan, yaitu menjaga respect, disiplin dan fair play. kita akan mengagendakan untuk integrasi dalam memerangi (Pengaturan Skor)," ujar Tisha.

Namun untuk pembentukan tim Ad Hoc, menurut Tisha tidak memerlukan keputusan kongres. Karena komite Ad Hoc sudah berdiri.

"Rapat komite eksekutif yang merupakan bantuan komite eksekutif untuk mengambil kebijakan dan membuat produk regulasi. Jadi itu sudah berdiri tidak diperlukan keputusan kongres untuk itu," ujarnya.

Menurut Tisha, tim Ad Hoc, sudah terbentuk dan itu sudah tidak perlu keputusan kongres karena sudah terbentuk.

"Jadi itu langsung bagian dari program kerja PSSI. Perlu kita tegaskan lagi tidak hanya tahun ini kita memiliki program itu, di tahun 2018 pun itu ada untuk area integrity salah satunya kerja sama dengan jenius sport," ujarnya. (dai)


KOMENTAR