Senin, 03 Desember 2018 12:05 WIB

LIGA INDONESIA

Persija Jakarta Gusur PSM Makassar di Puncak Klasemen

E. Wardiyanto - jurnalpatrolinews
Persija Jakarta Gusur PSM Makassar di Puncak Klasemen Foto : Pemain Persija

JURNALPATROLINEWS – Perburuan gelar juara Liga 1 2018 kian panas. Persija Jakarta dan PSM Makassar saling gusur di puncak klasemen sementara di fase-fase terakhir Liga 1.

Persija Jakarta sukses menggusur PSM Makassar di puncak klasemen sementara Liga 1 usai menundukkan Bali United 2-1 di laga pekan ke-33, Minggu 3 Desember 2018.

Dengan kemenangan atas Bali United ini, Persija Jakarta memuncaki klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 59 poin dari 33 pertandingan.

Macan Kemayoran cuma unggul dua poin dari PSM Makassar yang turun ke posisi dua dan baru akan melakoni laga pekan ke-33 pada Senin 3 Desember 2018.

Dengan situasi seperti ini, penentuan juara Liga 1 2018 pun dipastikan baru akan terjadi di laga terakhir. Yaitu di pertandingan pekan ke-34.

Drama di Stadion Kapten I Wayan Dipta

Persija meraih kemenangan dramatis 2-1 atas tuan rumah, Bali United saat bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu 2 Desember 2018.

Di laga ini, Persija langsung keluar menyerang. Secara mengejutkan mereka unggul cepat melalui tendangan roket Sandi Sute di menit 7.

Di menit 84, Persija kembali membuat publik Serdadu Tridatu terdiam. Marko Simic menggandakan keunggulan melalui bola rebound hasil sepakan penalti

Saat tertinggal 0-2, Bali United justru baru bisa memecah kebuntuan. Di menit 94, gol hiburan Bali United dibukukan oleh Stefano Lilipaly. Skor akhir 2-1 untuk Persija.

Kemenangan 2-1 ini sudah cukup buat Persija mengkudeta PSM Makassar di puncak klasemen Liga 1. Meski kemenangan ini harus dipenuhi drama.

Kemenangan Persija Jakarta atas Bali United memang dirusak oleh beberapa insiden di lapangan. Di awali dari insiden menyalanya flare. 

Tribun Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi pusat perhatian usai menyalanya flare di bagian utara saat Persija mencetak gol cepat di awal laga. 

Akibatnya, wasit memberhentikan laga, bahkan sampai tiga kali. Menyalanya flare kemungkinan besar menjadi bukti kekecewaan suporter Bali United.

Selanjutnya di babak kedua, Serdadu Tridatu makin kewalahan karena Persija mencetak gol keduanya melalui aksi Marco Simic di menit ke-84. 

Insiden kembali terjadi, pemain tim tuan rumah melakukan protes meminta penalti di menit 89 setelah bek Persija, Maman Abdurahman dianggap melakukan handball di kotak penalti. 

Namun wasit tidak memberikan hadiah penalti. Laga makin panas setelah Stefano Lilipaly mencetak gol dan skor berubah menjadi 2-1. 

Lagi-lagi laga berhenti, Persija melakukan protes keras karena kesal dengan wasit yang belum juga menghentikan laga ketika sudah memasuki menit ke-100. 

Laga dilanjutkan di menit ke-104 dan akhirnya kemenangan 2-1 untuk Persija berakhir di menit ke-102. Pemain dan ofisial tim Bali United sempat melakukan protes keras. Diduga kesal karena tidak mendapat informasi terkait sisa waktu. 

PSM Kekuatan Penuh Demi Kembali Kuasai Puncak Klasemen

Namun, Persija dipastikan tidak akan nyaman di puncak klasemen. Sebab PSM bakal siap menggusur Persija dari puncak klasemen pada Senin 3 Desember 2018.

PSM akan bertandang ke Stadion PTIK Jakarta menghadapi tuan rumah, Bhayangkara FC di laga pekan ke-33 Liga 1, Minggu 3 Desember 2018.

Jika menang, PSM akan kembali menguasai puncak klasemen. Sebab PSM saat ini hanya tertinggal dua poin dari Persija yang berada di puncak.  

Di fase-fase krusial seperti ini, PSM hanya fokus terhadap hasil laga sendiri. Mereka tidak mau terganggu dengan hasil pertandingan sang rival, Persija.

"Kami hanya fokus ke pertandingan kami saja. Saya tidak memikirkan yang lainnya," kata pelatih PSM, Robert Alberts dilansir dari laman resmi klub.

Tidak hanya itu, PSM juga mengerahkan kekuatan penuh saat menghadapi Bhayangkara nanti. PSM membawa seluruh pemainnya untuk menghadapi Bhayangkara FC. 

"Menghadapi Bhayangkara FC, kami membawa semua pemain. Tujuannya agar kami punya banyak opsi," kata Roberts.

Roberts menilai, BFC merupakan salah satu tim kuat di liga. The Guardian juga berstatus juara bertahan. Sehingga mereka akan tidak akan mudah menyerah.

"Mereka (Bhayangkara FC) pasti tidak akan senang memberikan gelar juara kepada kami," jelas Robert.


KOMENTAR