JPNews
Jumat, 04 Januari 2019 13:17 WIB

BOLA NASIONAL

Viking Persib Club Tegaskan Tidak Pernah Deklarasikan Dukung Salah Satu Capres-Cawapres

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
Viking Persib Club Tegaskan Tidak Pernah Deklarasikan Dukung Salah Satu Capres-Cawapres Foto : Empat orang perwakilan Viking mendeklarasikan dukungan pasangan nomor urut 01.

JurnalPatroliNews JAKARTA - Pertemuan sejumlah perwakilan dari Bobotoh dan Viking, (kelompok suporter Persib Bandung) yang menemui calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin di kediamannya berbuntut panjang.

Pentolan yang juga dirigen Viking Persib Club (VPC) Yana Umar menegaskan, viking tidak pernah mendeklarasikan dukungan kepada capres dan cawapres di Pemilu 2019.

"Sehubungan dengan maraknya pemberitaan media yang menyebut keberpihakan Viking Persib Club (VPC) mendukung salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden Republik Indonesia 2019, bersama ini kami informasikan kepada distrik-distrik, para anggota VPC dan Bobotoh pada umumnya, bahwa VIKING PERSIB CLUB selama ini tidak pernah mendeklarasikan dukungan kepada capres maupun cawapres pada Pemilu 2019 mendatang," ujar Yana seperti dikutip dari Instagramnya @yanaumar33, Kamis (3/1).

Sebelumnya, beberapa orang yang mengatasnamakan Viking mendatangi kediaman Ma'ruf Amin di Rumah Situbondo, Jakarta, Rabu (2/1).

Mereka datang untuk menyatakan dukungannya bagi pasangan presiden dan wakil presiden nomor urut 1 tersebut.

Derek, salah satu yang datang ke kediaman Ma'ruf Amin mengatakan, dirinya datang untuk menyatakan dukungan atas restu dari Ketua Umum Viking, Heru Joko.

"Dukungan ini amanah dari ketua umum kami," kata Derek.

Saat dikonfirmasi langsung kepada Heru Joko, ia belum bisa memberikan keterangan secara langsung. Saat ini ia sedang berada di Jepang.

"Nanti saja ya, saya lagi di Jepang," kata Heru.

Sementara itu, Ketua Viking Frontline, Tobias Ginanjar mengatakan, dalam organisasi setiap orang memiliki hak untuk memilih dan dipilih.

Namun apabila mengatasnamakan organisasi terutama Viking, hal itu bukanlah sikap organisasi tersebut.

"Menurut saya tindakan tersebut kurang tepat karena sebenarnya bobotoh berasal dari beragam latar belakang pandangan politik yang berbeda-beda sehingga tidak bisa digeneralisasi menjadi pendukung si A dan si B yang justru nantinya malah memunculkan pro-kontra di kalangan internal bobotoh itu sendiri," kata dia. (dai)


KOMENTAR