Rabu, 05 Desember 2018 01:49 WIB

STARTUP

Bos Grab Kecewa, Gojek Tak Komitmen Soal Kesepakatan Tarif

E. Wardiyanto - jurnalpatrolinews
Bos Grab Kecewa, Gojek Tak Komitmen Soal Kesepakatan Tarif Foto : Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata

JURNALPATROLINEWS – Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengomentari perihal tarif kompetitornya, Gojek, yang mengalami penurunan. Hal tersebut melanggar komitmen Gojek yang mengklaim memiliki tarif tertinggi di pasar.

"Saat terjadi demo besar-besaran dari kalangan driver, mereka (Gojek) meminta kami untuk ikut menaikkan tarif. Sekarang tarifnya berubah. Ini tidak memberi pembelajaran yang baik bagi masyarakat dan mitra pengemudi," kata dia di Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.

Akibatnya, lanjut dia, driver tidak bisa menangkap pesan apa yang disampaikan perusahaan. Sedangkan, Grab ingin lebih menjaga produktivitasnya, dengan bijak dan hati-hati.

Ridzki mengaku belum ada rencana menurunkan tarif, mereka lebih fokus kepada kesejahteraan driver. "Kita memiliki beberapa program yang dapat menjaga kesejahteraan driver. Pertama, dilihat dari sisi tarif, dan kedua, penurunan pengeluaran," tutur dia.

Sebelumnya, Grab telah bekerjasama dengan operator telekomunikasi Telkomsel untuk menyediakan paket data murah khusus untuk driver, yang tujuannya menghemat pengeluaran mitra pengemudi.

Selanjutnya, ada juga penyediaan GrabBike Lounge, yang menjual makanan dengan tarif murah dan terdapat beberapa fasilitas gratis yang dapat dimanfaatkan. Dengan begitu, driver tidak perlu mengeluarkan kocek yang terlalu dalam untuk hanya sekedar singgah dan beristirahat.

Pada Agustus lalu, Vice President Corporate Communication Gojek, Michael Say, mengatakan bahwa tarif Gojek saat ini merupakan yang tertinggi di pasar.

Saat itu tarifnya naik menjadi Rp2.200-3.300 per kilometer. Kenaikan tarif disebabkan karena melihat kondisi dan karakteristik pasar.


KOMENTAR