Ekonomi Jakarta kontraksi Minus 8,22 Persen, Kadin DKI: Harus Ada Stimulus untuk UMKM

  • Whatsapp
Ketua Kamar Dagang dan Industri atau Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi memperkirakan perekonomian Ibu Kota akan terus anjlok selama usaha mikro kecil menengah (UMKM) belum menerima stimulus dari pemerintah.

JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketua Kamar Dagang dan Industri atau Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi memperkirakan perekonomian Ibu Kota akan terus anjlok selama usaha mikro kecil menengah (UMKM) belum menerima stimulus dari pemerintah. Tanpa stimulus, perekonomian UMKM tak akan bergerak signifikan tanpa stimulus, meski PSBB sudah dilonggarkan.

“Kami berharap bahwa stimulus-stimulus pemerintah yang sudah dijanjikan bisa segera diimplementasikan kepada para UMKM, sehingga jangan sampai perekonomian ini semakin anjlok,” kata dia saat dihubungi, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Bacaan Lainnya

Diana mencontohkan masih banyak pengusaha mikro di Jakarta yang belum memperoleh keringanan dari perbankan. Sebab, syarat legalitas untuk mendapat stimulus masih sulit dijangkau pengusaha yang terdampak pandemi Covid-19.

Suku bunga pinjaman yang semula sembilan persen misalnya, dapat dikurangi menjadi 7-8 persen. Pemerintah daerah juga perlu mengidentifikasi rekam jejak UMKM yang awalnya baik-baik saja, tapi memiliki tunggakan sejak pandemi melanda.

Banyak standar untuk mendapatkan akses tidak dikurangi kelonggarannya.

“Sehingga sama saja semuanya, tidak ada perbedaan antara kondisi Covid-19 dengan kondisi biasa-biasa saja.”

Belanja daerah harus dipercepat. “Sehingga bisa membuat roda ekonomi berjalan.”

Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi ibu Kota pada Triwulan II 2020 (year-on-year) anjlok alias kontraksi minus 8,22 persen. BPS Jakarta menyimpulkan angka itu merupakan yang terendah selama kurun waktu 10 tahun terakhir.

(lk/*)

Pos terkait