Senin, 10 Juni 2019 22:09 WIB

GOSIP

Dibuat Kesal, Steve Emmanuel Sangkal Pernyataan dalam BAP

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
Dibuat Kesal, Steve Emmanuel Sangkal Pernyataan dalam BAP Foto : Steve Emmanuel

JurnalPatroliNews JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat sempat memarahi Steve Emmanuel, tersangka kasus kepemilikan narkoba, karena beberapa kali membantah keterangannya sendiri yang terekam dalam berita acara pemeriksaan polisi.

 Saking kesalnya, majelis hakim meninggikan intonasi saat membacakan BAP yang telah diteken oleh Steve, saat mengonfirmasi dalam persidangan.

"Coba ya saya bacakan, Steve kamu dengarkan ini baik-baik ya. Nomor 10, milik siapakah barbuk berupa satu botol kaca yang berisi narkoba jenis kokain, dengan berat brutto 92,64 gram? itu pertanyaan polisi di BAP," kata majelis hakim kepada Steve dalam persidangan, Senin (10/6/2019).

Hakim menilai Steve memberikan keterangan yang berbelit-belit dan berbeda, sehingga membuat mereka kesal.

"Jawaban kamu begini, dapat saya jelaskan 'bahwa barang bukti satu botol kaca yang berisi narkoba jenis kokain, dengan berat brutto 92,64 gram adalah milik saya',begitu dalam BAP," tutur Hakim.

Lantas Steve menjawab bahwa jawaban dan pertanyaan saat BAP tak demikian. "Pertanyaannya dan jawabannya nggak seperti itu," jawab Steve.

Erwin kembali menekankan polisi telah menemukan narkoba jenis kokain di apartemen pribadi Steve. Steve pun mengiyakan pertanyaan Erwin.

"Nggak, saya kan sudah berulangkali tanya kamu jawab "nggak" seperti itu. Polisi temukan ini (narkoba jenis kokain) di apartemen kamu, polisi pertanyakan ini pada kamu," tanya Erwin di "iya" kan Steve.

Kemudian Erwin kembali menyinggung bahwa Steve dan seorang temannya diamankan, Erwin juga bertanya kepemilikan kokain tersebut kepada Steve. Steve pun membenarkan hal tersebut, tapi bagi Steve tak seperti itu.

"Kemudian kamu dan temanmu dibawa ke kantor polisi. Di kantor polisi, ditanya lagi ini (kokain) punya kamu?," tanya Erwin di "Iya" kan lagi oleh Steve.

"Iya itu, kemudian saya tanya lagi. Ada polisi tanya nggak? Kamu dapat ini dari mana? Polisi tanya nggak sama kamu? Kamu jawabnya lengkap," lontar Erwin lagi.

"Iya dari Dimitry," jawab Steve lagi.

Steve lantas menuturkan, dirinya terpaksa mengakui sebagai pemilik kokain agar temannya yang turut ditangkap bisa dilepaskan polisi.

"Alasan kamu betul mengakui ini punya kamu, mangakui ini punya kamu, beli dengan nilai uang sekian, kamu bilang seperti itu karena biar temanmu bisa cepat pulang, begitu?" cecar hakim.

Karena Steve terus menyanggah jawaban dirinya dalam poin 10 dan 18 BAP, terutama membantah kokain tersebut miliknya, hakim memutuskan mencabut keterangan sang pesohor. (dai)


KOMENTAR