JPNews

JurnalPatroliNews JAKARTA - Vanessa Angel pernah 2 kali transaksi seks atau berhubungan seks di Singapura. Vanessa Angel jual diri ke Singapura dan berhubungan seks dengan 2 lelaki di sana.

Hal itu hasil pembuktian rekam jejak digital singkronisasi dari percakapan Vanessa Angel dan dua mucikari Tentri dan mucikari Siska. Rekam jejak digital itu dibuka tim digital forensik Polda Jatim.

"Data digital forensik sinkronisasi alibi fokus dari VA, mucikari ES dan mucikari T melalui chating, rekening keuangan dan tempat, VA dua kali menerima order di Singapura," kata Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan di Polda Jawa Timur, Senin (14/1/2019).

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur menyebut jika Vanessa Angel 15 kali melakukan transaksi seks. Vanessa Angel bukan kali pertama menerima orderan prostitusi online dari mucikari Siska.

Polisi mengungkap tranksasi yang dilakukan mucikari ES kepada Vanessa Angel. Berdasarkan data yang didapat penyidik Cyber Crime, terdapat 15 kali transaksi dalam rekening Siska ke Vanessa Angel.

Polisi menyebutkan harga sekali berhubungan seks dengan Vanessa Angel sebesar Rp 80 juta. Sementara dari rekening Vanessa Angel ke rekening Siska, terdapat 8 kali transaksi pengiriman uang.

Dikonfirmasi status Vanessa terkait dengan kasus ini, Yusep menyatakan, statusnya masih belum berubah, yakni saksi korban. Namun, ia kembali menegaskan jika tidak menutup kemungkinan jika statusnya akan dapat berubah, dengan dasar melihat perkembangan penyidikan.

"Nanti kita kembangkan. Ini kan masih pemeriksaan," tambahnya.

Sebelumnya, Vanessa Angel digerebek di sebuah hotel di Surabaya pada Sabtu (5/1). Wanita cantik itu diduga terlibat dalam kasus dugaan prostitusi artis yang dijalankan via online.

Selain Vanessa, muncikari ES dan TN juga ikut diamankan. Dalam perkara ini, ES dan TN dijerat Pasal 27 ayat (1) junto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 296 junto Pasal 506 KUHP. (dai)


KOMENTAR