Siap-siap Bakal di Suntik Mati, ESDM Kantongi 33 PLTU Batu Bara Masuk Daftar List

JurnalPatroliNews – Jakarta,- Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan dengan tegas bahwa pihaknya sudah membuat daftar list Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara yang masuk dalam rencana ‘suntik mati’ atau pensiun dini.

Dari catatan Kementerian ESDM itu, terdapat sebanyak 33 PLTU batu bara yang masuk ke dalam daftar list tersebut. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menyebutkan, bahwa pihaknya sedang menghitung dari daftar PLTU tersebut.

“Kalau di list ESDM sudah ada 33. Tapi itu bukan berarti 33-nya itu dipensiunkan sekarang ya, kita hitung dulu ya, nanti kita pilih yang mana, PLN dan Kementerian ESDM punya pilihan. ADB juga sedang lakukan kajian sekarang, dia akan FS (Feasibility Study),” ungkap Dadan saat ditemui di JCC, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Adapun kata Dadan, dari daftar list 33 PLTU yang ada itu akan diputuskan oleh ketiga Menteri. Diantaranya Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri BUMN Erick Thohir dan juga Menteri Keuangan (Sri Mulyani).

Yang terbaru, Kementerian ESDM mengusulkan untuk PLTU Paiton masuk ke dalam rencana early retirement atau pensiun dini PLTU batu bara. “PLN kan kemarin sudah mengusulkan, PLTU Cirebon kemudian Pelabuhan Ratu. Kita juga kan mengusulkan yang PLTU Paiton, tapi itu kan usulan berdasarkan angka ya tapi itu kan ada pilihan-pilihan ya berdasarkan kinerjanya,,” terang Dadan.

Seperti yang diketahui, dalam penelusuran rekan media,  PLTU Paiton berada di Probolinggo, Jawa Timur dengan kapasitas pembangkit sebesar 815 Mega Watt (MW).

Sebelumnya, pada pekan lalu di Bali, PLTU batu bara Cirebon 1 di Kanci, Kabupaten Cirebon milik Cirebon Electric Power (CEP) juga masuk ke dalam rencana pensiun dini. Asian Development Bank (ADB) bahkan telah meneken perjanjian untuk memensiunkan PLTU berkapasitas 660 MW itu.