JurnalPatroliNews – India – India semakin memantapkan posisinya dalam sektor pertanian dan UMKM melalui alokasi anggaran yang ambisius dalam Union Budget 2025/2026. Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman, mengumumkan kebijakan ini pada awal Februari, dengan fokus pada insentif pajak dan kemudahan akses kredit untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Postur anggaran ini sejalan dengan visi “Viksit Bharat” atau India Maju. Dengan total alokasi sebesar 550 miliar dolar AS dan proyeksi defisit fiskal 4,4% dari PDB senilai 179 miliar dolar AS, India menargetkan pertumbuhan inklusif yang mendorong pengentasan kemiskinan, akses universal terhadap pendidikan dan kesehatan, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam ekonomi. Salah satu agenda utama dalam anggaran ini adalah menjadikan India sebagai pusat produksi pangan global.
Transformasi Pertanian dan UMKM
Sebagai dua pilar utama ekonomi, sektor pertanian dan UMKM mendapat perhatian khusus. Pemerintah merancang program revitalisasi lahan pertanian di 100 distrik dengan produktivitas rendah melalui diversifikasi tanaman, peningkatan irigasi, serta penerapan teknologi berkelanjutan. Langkah ini diperkirakan akan memberikan manfaat langsung bagi 17 juta petani di seluruh India.
Infrastruktur dan Pendidikan: Pondasi Masa Depan
Pendidikan, inovasi, dan infrastruktur menjadi prioritas utama dalam anggaran ini. Pemerintah berencana membangun 50 ribu Laboratorium Atal Tinkering di sekolah-sekolah negeri untuk mendorong kreativitas dan keterampilan teknologi sejak dini. Program Bharatnet juga akan memperluas akses internet ke daerah pedesaan, sementara Skema BharatiyaBhashaPustak akan mendigitalkan sumber daya pendidikan dalam berbagai bahasa lokal.
Dalam sektor infrastruktur, pemerintah mengalokasikan dana besar untuk proyek Kemitraan Publik-Swasta (KPS) yang akan berjalan selama tiga tahun, termasuk skema pinjaman tanpa bunga bagi proyek pembangunan daerah. Di sisi lain, Misi Geospasial Nasional akan menerapkan teknologi canggih dalam modernisasi pencatatan tanah dan tata kota.
Energi dan Pariwisata: Akselerasi Pertumbuhan
Sektor energi mendapat dorongan signifikan dengan reformasi kelistrikan serta target pengembangan 100 GW energi nuklir pada 2047. Sementara itu, sektor pariwisata akan mendapat manfaat dari inisiatif PM Gati Shakti, yang bertujuan meningkatkan infrastruktur serta mempromosikan 50 destinasi wisata utama untuk menarik wisatawan global.
Ekspor dan Integrasi Global
India menargetkan peningkatan daya saing ekspor melalui Misi Promosi Ekspor, yang difokuskan pada pembukaan akses pasar global bagi UMKM. Infrastruktur digital Bharat Trade Net (BTN) akan menyederhanakan proses perdagangan, mempercepat dokumentasi ekspor, serta menyediakan solusi pembiayaan terintegrasi. Selain itu, pemerintah berencana mengembangkan pusat logistik di kota-kota lapis kedua untuk mendukung ekspor barang bernilai tinggi, termasuk produk hortikultura.
Dengan kebijakan strategis dalam APBN 2025/2026 ini, India berupaya memperkuat peran ekonominya di panggung global, baik sebagai lumbung pangan dunia maupun sebagai pemain utama dalam rantai pasokan internasional.
Komentar