Invasi ke Ukraina Akan Menyebabkan Rawa Mengerikan, Menlu Inggris: Rusia Belum Belajar dari Sejarah

Tentara Rusia di Perbatasan, Ilustrasi Foto:EPA

JurnalPatroliNews –  Sydney,- Menteri Luar Negeri Inggris memperingatkan bahwa invasi Rusia ke Ukraina akan menyebabkan rawa mengerikan dan hilangnya nyawa seperti yang dialami dalam perang Uni Soviet – Afghanistan.

Berbicara di Sydney, Australia, Liz Truss mengatakan Rusia belum belajar dari sejarah, mengacu pada invasi Uni Soviet ke Afghanistan.

Bacaan Lainnya

 Sebanyak 15.000 tentara Soviet tewas dan sekitar 35.000 terluka antara tahun 1979 dan 1989.

“Kami sangat jelas, bersama dengan sekutu kami di G7, dengan sekutu kami di NATO, bahwa jika ada serangan oleh Rusia ke Ukraina, itu akan menimbulkan biaya besar,” kata Truss.

“Kami siap untuk menerapkan sanksi yang sangat berat,” imbuhnya seperti dilansir dari Anadolu, Jumat (21/1/2022).

Truss mengatakan Presiden Vladimir Putin harus berhenti dan mundur dari Ukraina sebelum dia membuat kesalahan strategis besar-besaran.

 “Mereka bermimpi untuk menciptakan kembali Uni Soviet, atau semacam Rusia yang lebih besar, mengukir wilayah berdasarkan etnis dan bahasa. Mereka mengklaim bahwa mereka menginginkan stabilitas sementara mereka bekerja untuk mengancam dan mengacaukan yang lain,” tutur Truss.

“Kami membutuhkan semua orang untuk melangkah. Bersama dengan sekutu kami, kami akan terus mendukung Ukraina dan mendesak Rusia untuk mengurangi eskalasi. Apa yang terjadi di Eropa Timur penting bagi dunia,” ia menambahkan.

Komentar Truss muncul sehari setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memperingatkan Rusia bahwa itu akan menjadi “bencana” jika meluncurkan serangan ke Ukraina.

“Jika Rusia melakukan serangan apa pun ke Ukraina dalam skala apa pun, apa pun yang menurut saya itu akan menjadi bencana bukan hanya bagi Rusia, itu akan menjadi bencana bagi dunia,” katanya.Mengulangi dukungan Inggris untuk Ukraina, Johnson mengatakan negaranya

 “berdiri tepat di belakang kedaulatan dan integritas Ukraina.”

Pos terkait