Ketegangan Meletus Antara Pasukan Rusia, SDF Pimpinan Kurdi di Suriah

  • Whatsapp

Jurnalpatrolinews – Damaskus : Ketegangan meletus antara militer Rusia dan Pasukan Demokrat Suriah (SDF) setelah aliansi yang didukung AS mengizinkan patroli Amerika memasuki kota di timur laut Suriah tempat pasukan Rusia dikerahkan, The Syria Observer melaporkan pada hari Kamis.

Menyusul pertengkaran dengan anggota dan pemimpin SDF, Rusia mengancam akan menarik pasukannya dari Tel Tamr, sebuah kota yang terletak di jalan raya strategis M4 di provinsi Hassakeh dan selatan distrik Ras al-Ayn yang dikuasai Turki, situs berita mengutip sumber dekat dengan SDF seperti menceritakan berita New Arab.

Bacaan Lainnya

Patroli militer Rusia dan AS telah melecehkan satu sama lain di Suriah utara dengan pertengkaran verbal, tabrakan kendaraan dan operasi pengejaran, kata The Syria Observer. Insiden yang dilaporkan menyoroti persaingan antara dua militer asing yang terlibat di Suriah yang dilanda perang.

Penarikan pasukan Rusia dari Tel Tamr akan menghapus dirinya sebagai penyangga antara SDF dan militer Turki dan sekutu lokalnya, oposisi Tentara Nasional Suriah, membuat aliansi tersebut terkena konfrontasi langsung, kata sumber tersebut.

Rusia telah mengerahkan pasukannya di daerah tersebut setelah Presiden Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menengahi perjanjian gencatan senjata pada 5 Maret untuk mengakhiri pertempuran di Idlib antara kelompok bersenjata sekutu Turki dan militer Suriah, yang didukung oleh Rusia.

Kesepakatan itu menetapkan pembentukan koridor keamanan yang membentang sekitar 6 kilometer utara dan selatan jalan raya M4 yang secara strategis penting menghubungkan Latakia dan Saraqib. Sebagai bagian dari perjanjian, unit militer Turki dan Rusia telah melakukan patroli bersama di sepanjang jalan raya untuk menyangga antara pasukan pro-Damaskus dan pemberontak milisi Islam.

Pos terkait