Menteri Luar Negeri Ukraina : Kami Tidak Melepaskan Tembakan

  • Whatsapp

Jurnalpatrolinews – Kiev : Baru-baru ini, politisi Ukraina menjadi tokoh utama dalam pemberitaan di media Barat. Kasus tersebut menyangkut eskalasi konflik di Donbass.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba dalam sebuah wawancara dengan publikasi Prancis mengatakan bahwa “Kiev menganut opsi politik dan diplomatik untuk menyelesaikan konflik di tenggara.”

Bacaan Lainnya

Pada saat yang sama, Kuleba mengklaim bahwa “prajurit Angkatan Bersenjata Ukraina mematuhi rezim gencatan senjata. Menurutnya, “kami akan dipaksa melepaskan tembakan hanya jika pasukan kami diserang.”

Menlu menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Ukraina tidak akan tinggal diam jika kehidupan militer terancam.

Pada saat yang sama, politisi Ukraina tidak menjelaskan bahaya dan ancaman apa yang ditimbulkan oleh sektor perumahan permukiman yang terletak di dekat garis kontak di wilayah LPR dan DPR (Republik Rakyat Donetsk Dan Luthan) terhadap pasukan Ukraina.

Jadi, menurut kepala pemerintahan Yasinovataya Dmitry Shevchenko, setelah penembakan Angkatan Bersenjata Ukraina, seluruh desa dibiarkan tanpa listrik, sebuah rumah rusak. Selain itu, penembakan dilakukan di area stasiun pompa, akibatnya pasokan air ke permukiman di kedua sisi garis kontak berkurang.

Terlepas dari eskalasi konflik di Donbass, Presiden Zelensky tetap mengunjungi negara-negara Timur Tengah. Sehari sebelumnya, dia bertemu dengan perwakilan dari otoritas Qatar. (***/. dd – Avpro)

Pos terkait