Pertama Kali! Analis Militer Blak-blakan di TV Rusia : Perang Ukraina Buruk Bagi Moskow

Rongsokan Tank dan kendaraan militer Rusia yang hancur dibuang di Bucha di tengah invasi Rusia di Ukraina, 16 Mei 2022. REUTERS/Jorge Silva

JurnalPatroliNews – Jakarta – Televisi pemerintah Rusia untuk pertama kalinya memuat wawancara dengan analis militer yang menyatakan perang di Ukraina akan menjadi jauh lebih buruk bagi Moskow karena mobilisasi massa yang didukung oleh Amerika Serikat sementara Rusia hampir sepenuhnya terisolasi.

Sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi 24 Februari lalu ke Ukraina, media pemerintah Rusia – terutama televisi – mendukung penuh posisi Kremlin.

Bacaan Lainnya

Namun situasnya berubah 180 derajat Senin malam, 16 Mei 2022, ketika seorang analis militer terkenal memberikan penilaian yang blak-blakan kepada saluran televisi utama negara Rusia tentang apa yang disebut Putin sebagai “operasi militer khusus”.

“Anda tidak boleh menelan obat penenang informasi,” kata Mikhail Khodaryonok, pensiunan kolonel, mengatakan pada acara bincang-bincang “60 Menit” di Rossiya-1 yang diselenggarakan oleh Olga Skabeyeva, salah satu jurnalis paling pro-Kremlin di televisi.

“Situasinya, terus terang, akan menjadi lebih buruk bagi kita,” kata Khodaryonok, seorang tamu reguler di TV pemerintah yang sering memberikan penilaian jujur tentang situasi tersebut.

Dia mengatakan bahwa Ukraina dapat memobilisasi 1 juta orang bersenjata.

Khodaryonok, kolumnis militer untuk surat kabar gazeta.ru dan lulusan salah satu akademi militer elit Rusia, memperingatkan sebelum invasi bahwa langkah seperti itu tidak akan menjadi kepentingan nasional Rusia.

Invasi Rusia ke Ukraina telah menewaskan ribuan orang, membuat jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal dan menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi paling serius antara Rusia dan Amerika Serikat sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962.

Khodaryonok dan Skabeyeva tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Perang juga telah menunjukkan keterbatasan militer Rusia, intelijen dan kekuatan ekonomi pasca-Soviet. Meskipun Putin berupaya meningkatkan angkatan bersenjatanya, militer Rusia telah bernasib buruk dalam banyak pertempuran di Ukraina.

Pos terkait