Rusia Bahas Nasib Afghanistan di Tangan Taliban dengan Turki dan Kazakhstan

  • Whatsapp
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan timpalannya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan dan pada kesempatan terpisah, juga bertemu dengan pemimpin Kazakhstan Kassym-Zhomart Tokayev untuk membahas situasi seputar Afghanistan/RT

JurnalPatroliNews – Masa depan Afghanistan menjadi isu hangat yang diperbincangkan oleh Rusia. Pada akhir pekan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan timpalannya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan dan pada kesempatan terpisah, juga bertemu dengan pemimpin Kazakhstan Kassym-Zhomart Tokayev untuk membahas situasi seputar Afghanistan setelah pengambilalihan Taliban.

Dalam perbincangannya dengan Erdogan melalui sambungan telepon, Putin melakukan diskusi mendalam tentang Afghanistan.

BACA JUGA :

“Mereka menekankan pentingnya memastikan stabilitas dan perdamaian sipil di negara ini dan kepatuhan yang ketat terhadap hukum dan ketertiban,” begitu keterangan yang dirilis Kremlin pada Sabtu (21/8).

“Mereka menggarisbawahi tugas prioritas memerangi teror dan perdagangan narkoba. Presiden setuju untuk memperkuat koordinasi bilateral dalam masalah Afghanistan,” sambung pernyataan yang sama.

Sebelumnya pada hari yang sama, Putin juga menjamu Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev di Kremlin. Kedua pemimpin negara itu membahas kerja sama di berbagai bidang, termasuk keamanan. Situasi Afghanistan juga berada di atas meja, dengan perkembangan yang sedang berlangsung dianggap dengan waspada oleh negara Asia Tengah.

“Kami melakukan upaya yang konsisten untuk mengoordinasikan pekerjaan kami terkait dengan masalah keamanan. Masalah ini menjadi semakin mendesak dalam konteks perkembangan saat ini di Afghanistan,” kata Tokayev saat berbicara bersama Putin sebelum pembicaraan tertutup, seperti dikabarkan Russia Today.

Pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban pada 15 Agustus lalu menjadi semacam titik balik bagi negara itu, pasca invasi Amerika Serikat 20 tahun terakhir.

Kondisi tersebut juga mengundang perhatian bagi banyak negara yang khawatir bagaimana Taliban akan membawa Afghanistan ke depan.

(rmol)

Pos terkait